Thursday, March 26, 2015

Maria atau Martha? Kicking Hospitality out of the Kitchen

 

Christ in the House of Martha and Maria by Vermeer

c. 1654-1656
Oil on canvas, (160 x 142 cm.
National Gallery of Scotland

Tulisan ini dimuat di Majalah Pearl edisi 25:

Menurut definisi kamus Thayer, kata hospitality yang muncul di perjanjian baru, memakai kata Φιλονεξίαphilonexia dalam bahasa Yunani, yang artinya love to strangers (kasih terhadap orang asing). Saat menyambut orang di rumah kediaman kita, adalah suatu kesempatan untuk bisa melayani orang tersebut. Being hospitable is an act that every Christian should practice and can (yes can!) learn to practice( if he or she is not used to it). Sesuai dengan Matius 25:40b sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. Bagaimana sih yang Tuhan mau saat kita mempraktekkan kasih terhadap orang asing? Mari kita simak kisah kakak beradik Maria dan Martha yang tinggal di kota Betania saat mereka menyambut tamu-tamu…tercatat di kitab Lukas:

Lukas 10:38-42 (emphasis added)
38  Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
39  Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
40  sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
41  Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
42  tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

Martha dan Maria menerima Yesus di rumah mereka. Martha hanyut dalam “kesibukan hospitality”nya, melayani keperluan-keperluan para tamu: memasak, menyediakan minuman, refill lagi sirup-sirup yang habis, mondar-mandir menyeka ceceran makanan, menyediakan baskom untuk cuci kaki dan handuknya, dan tak terhitung detail kesibukan lainnya bagi seorang tuan rumah! Yah…namanya juga tuan rumah ya? Tamunya pun Tamu Agung, Yesus Kristus sang Mesias yang begitu dikagumi…..pastilah Martha ingin memberi servis yang terbaik bagi tamu-tamunya yang hadir!

Bagaimana dengan Maria, saudara Martha? Maria malahan leyeh-leyeh duduk dekat kaki Yesus, mendengarkan perkataanNya. Maria pun tuan rumah, tapi kok nyantai balai begini ya? Martha yang gemes karena banyaknya kerjaan lantas protes kepada Yesus : : "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."  Martha udah gemes soalnya saudaranya ini ndak tahu diri banget sih…udah dikasih kode, bahasa isyarat, udah tulis spanduk juga kali tuh “NEEDS HELP in the Kitchen” biar dilihat Mariam namun tetap aja deh Maria ga nyadar dan asik banget hanyut mendengarkan di kaki Yesus!

Tapi yang menarik disini, bagaimana respons Yesus terhadap seruan Martha?
Yesus menjawab Martha: : "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya." Wow! Martha serasa tertampar kali tuh ya , kok Maria malahan dibelain Yesus? Bagian yang terbaik…yang tidak akan diambil dari padanya….apa itu maksudnya? Martha yang sibuk dianggap kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara! Well….being hospitable is more than just an act of service! Best food, best room, best comforts, best service in all areas to our guests and guests of honor is not a false thing to do..namun bagian yang terbaik adalah saat hati kita menyambut sang tamu itu dengan kehangatan Kasih Kristus. Let Him be magnified in our hospitable efforts. Maria tidak pusing dengan kesempurnaan melayani tamu-tamunya, rumah yang masih kotor, makanan yang sekedarnya, yang penting tamunya sedang curhat dan Maria mendengarkan dengan sepenuh hati!

Bagaimana dengan kita? #tilikhati

Sesuai dengan judul artikel ini, let’s kick hospitality out of the kitchen!  it’s not about the food we offer to strangers or the comforts of a seat or a laugh shared as jokes are being told, it’s about sharing His Love towards strangers. An opportunity to let them feel Him, meet Him through our hospitability. So, kalo hanya makan enak, duduk nyaman, jokes ringan, apa bedanya dengan entertaining client atau calon customer dalam marketing? Ralph Waldo Emerson said hospitality is: a little fire, a little food and an immense quiet. Wow..so very true! An immense of quiet..why? becouse we listen towards our guests, we take time to relate with them and commune with them, all ears! it’s not about us, but it’s about Him in our life that we share to the strangers…and that’s why Mary is quiet, she listens..all ears towards Him, so focused not distracted with the trivials.. J

Saat ada tamu (baca: orang asing) yang Tuhan diijinkan menginterupsi rutinitas kita, bagaimana kita berupaya untuk menunjukkan kasihNya pada orang asing tersebut? Sesuai dengan Matius 25:40b sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Ingat kisah orang Samaria yang baik hati? Sebuah perumpamaan yang  Yesus pakai untuk menjelaskan tentang ketulusan hati yang mau peduli dan mengasihi orang asing yang tak dikenal! Kalau skenario itu muncul didepan mata kita,  apakah kita tampil seperti orang Samaria itu? Atau buru-buru pergi seperti imam dan orang Lewi yang berlalu pergi tanpa peduli?

Mat 25:35-36
Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.

Kebutuhan fisik orang asing tersebut dilayani, perut yang lapar kita beri makanan hingga kenyang, rasa haus disuguhi minuman…pakaiannya yang koyak diganti, dan luka-lukanya diobati.

Namun tidak berhenti disitu saja..hal-hal apalagi yang bisa kita lakukan untuk mempraktekkan kasih terhadap orang asing?
Bagi yang mengendarai kendaraan pribadi,adalah suatu kehormatan kalau bisa melayani dengan kendaraan kita bukan?

Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat. Ibrani 13:2

Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan! Rm 12:13

Jangan malas atau segan memberi tumpangan, sebab dengan demikian kita juga sedang mempraktekkan hospitability (kasih terhadap orang asing).

Another way to be hospitable out of the kitchen ….Saat ada teman yang mau curhat via bbm or wa or chats di tengah malam dan hati kita memang tergerak oleh kasihNya, why not take time to listen n pray for her? Many ways to let hospitability be practiced out of the kichen, right? Well ..bahkan kalau kita ga pandai memasak…atau kita tidak punya dapur coz tinggal di kosan..kita bisa tetap mempraktekkan “kitchen” hospitability kok…delivery aja  atau traktir di resto yang sesuai kocek kita..hehehehe! sebuah peribahasa Yunani berkata : In hospitability, the chief thing is the good will. Yeay! Yang penting asal ada niat baik mau menjamu, pasti banyak jalan menuju kesana!
Marilah kita dengan tak jemu-jemu berbuat baik dan mengijinkan orang asing disekitar kita merasakan Yesus lewat kehidupan kita! 

 

Sunday, March 15, 2015

No Bake Oreo Cheesecake

Time really flies...
Ga terasa bulan Maret lagi nih dan dd udah tiga tahun.
Coba bikin no bake cake untuk kue birthday dd nih coz ovenku lagi ga ada....hiks..kangen bebikinan kue padahal...
Pas gue browsing resep no bake cake, si dd ikutan lihat dan dia bilang dia pingin yg ini, oreo cheese cake. Jadilah kita blanja bahan-bahannya dan cobain bikin nih resep... Ternyata udah gampang, murah dan uenakkk pol. 
Ga nyesal bikin dewe ini resep..hihi
Resep yang gue bikin ini diambil dari http://cooknshare.com/recipe/bake-oreo-cheesecake/ , walau ada beberapa bahan yang gue modif yakni mentega nya karena ga ada..gue ganti minyak goreng, dan gula halus gue ganti gula pasir...selebihnya sama deh... hanya beda tangan aja wkwkwkw

 Bahan:
loyang bongkar pasang, tidak harus loyang pie...ini karena yang gue punya loyang pie yg bisa dibongkar pasang hihi

biskuit oreo 8 buah dihancurkan

 biskuit oreo 5 buah utk hiasan topping kue

3 sdm gula pasir (coz gada gula halus)

250 ml whipped cream

3 sdm minyak 

vanili essence  1 sdt

cream cheese 100 gr


  • 10 – 12 vanilla Oreo cookies
  • 2 tbsp of melted butter
  • 100 grams of cream cheese at room temperature
  • 3 tbsp of confectioners sugar
  • 1/4 tsp of vanilla extract
  • 250 ml of whipping cream, chilled
  • - See more at: http://cooknshare.com/recipe/bake-oreo-cheesecake/#sthash.ndgtPe8D.dpuf
  • 10 – 12 vanilla Oreo cookies
  • 2 tbsp of melted butter
  • 100 grams of cream cheese at room temperature
  • 3 tbsp of confectioners sugar
  • 1/4 tsp of vanilla extract
  • 250 ml of whipping cream, chilled
  • - See more at: http://cooknshare.com/recipe/bake-oreo-cheesecake/#sthash.ndgtPe8D.dpuf
     Cara membuat:
    1. Oreo yg sudah ditumbuk diaduk dgn minyak dan diratain di loyang sebagai alas cheesecake
    2. Pastikan whipped cream kondisi dingin dari kulkas dan dikocok dengan mixer 3-5 menit hingga mengembang
    3. Masukkan cream cheese dan gula dan vanila, blender kurleb 5 menit
    4. Tuang adonan ke loyang, ratakan
    5. Hias oreo diatas permukaannya
    6. Diamkan di kulkas semalaman ..ini bagian tersulitnya hihi....ga tahan rasanya nungggu nikmati kue cheesecake ini...
     Yummy loh rasanya dan gue jadi mikir ulang tuk beli cheesecake di bakery....Bikin sendiri lebih puas batin dan hemat hihihi



    Sunday, March 8, 2015

    overheard

    before bedtime scene [sambil goler goleran di ranjang n mata 5 watt]
    DD: mama....lagu sekolah minggu kesukaan mama itu apa sih?
    M: Yesus Besertaku
    DD: kayak gimana itu nyanyinya
    M: yang kudaki daki itu loh, si koko juga tahu kok
    DD: nyanyiin donk ma...

    akhirnya karena ud lima watt gue nyerah deh gue klik link youtube aja, biar yang nyanyi youtube - hidup di jaman anugerah tuh gini ya....jaman dulu mana ada internet, kudu emaknya yang nyanyi wkwkwkw

    Friday, February 27, 2015

    Field Trip ke Rumah Sutera

    http://rumahsuteraalam.com/
    We really enjoy our homeschooling field trip to Rumah Sutera, walau  disambut hujan gerimis sepanjang perjalanan...Rumah Sutera ini sudah berdiri sejak tahun 2003 dan menjadi saranaPendidikan dan Pelatihan Persuteraan Alam. Kita bisa belajar proses pembuatan kain sutera dari mulai telur ulat sampai menjadi selembar kain sutera kwalitas 100% alam. 
    Kalau ditanya orang, "ulat sutera itu apa sih?"
    Jawaban bebas gue:  
    Ulat yang bisa diolah kepompongnya jadi benang sutera dan lalu dipintal n dibikin kain sutera yang lembut! 
    Awam banget ya jawabannya...
    Kalau menurut wikipedia:
     The silkworm is the larva or caterpillar of the domesticated silkmoth, Bombyx mori. It is an economically important insect, being a primary producer of silk. A silkworm's preferred food is white mulberry leaves.


    Jadi, nama beken nya ulat sutera itu Bombyx Mori. (baca: nama Latin nya)
    Jadi inget dulu ada serian Tv Pendekar Ulat sutera ya :) 
    Duh ga nyambung banget gitu loh lol
    Tapi anak-anak bisa jijik ga mau megang tuh ulat pas ditawari utk pegang sama pemandu nya.. Lucu ya, bisa geli juga lihat ulat.
    Tapi pas di perkebunan murbei...ditawari metik n makan daun pucuk nya, dd dan ds nyobain gigit-gigit daun murbeinya... 
    Pas maksi pun dapat lalapannya murbei tuh...enak juga ternyata ya daun murbei dilalap :)
    daun murbey dan hamparan ulat utera
      
    DS and DD watching the silk worm


    so many cocoon....



    proses membuat benang sutera 
    benang sutera yang sudah jadi
    DS n DD mengamati proses menenun kain sutera 




    one friend brought home coccoons n let it become lovely butterflies.., this is the pic




    Selagi kami di galeri produk, gue cobain beli teh daun murbei yang manfaat nya banyak tuk kesehatan hehehe...
    Dan inilah akibatnya....
    kita pas pulang jadi sering main seduh teh pakai poci..." seperti princess Sofia" kata DD :)


     
    Manfaat Teh Murbei : (diambil dari sini)
    -kesehatan ginjal. Penyakit yang mungkin timbul akibat gangguan ginjal adalah sakit kepala, insomnia, darah kotor, kencing manis, keputihan, keracunan obat/makanan, gangguan narkoba, asam urat, kolesterol, pengeroposan tulang.
     -mencegah timbulnya penyakit-penyakit pada orang tua, menjaga stamina, mencegah stroke, menormalkan tekanan darah, menyeimbangkan berat badan, membantu menghilangkan panas dalam dan susah buang air besar/sembelit.
      -menurunkan tingkat pengumpulan lemak di hati

    - mengandung klorofil dan vitamin C
    -menetralkan racun karena bersifat detoksifikasi. 

    Sambil minum teh..sambil nonton dua video youtube ini, time elapses videos of silk worm life:






     

    © Free blogger template 3 columns