Monday, July 27, 2009

The Homemaker’s Value (Nilai Seorang Ibu Rumah Tangga)


Picture: American Housewife Marjorie McWeeney Cleaning House and Watching Her Children
by Nina Leen

If women choose not to do this very special job,
Jika wanita memilih tidak melakukan pekerjaan spesial ini,
it will simply not get done,
pastilah tugas ini tidak akan terlaksana,
the mothering, the nurturing, the comforting and caring
menjadi ibu, mengasuh, menentramkan dan perhatian
that fills the committed homemaker’s day
yang memenuhi hari seorang ibu rumah tangga yang berkomitmen
will simply be lost,
akan hilang begitu saja,
and society will be impoverished.
dan masyarakat akan menjadi melarat

Children will not get the spiritual guidance they need.
anak-anak tak akan mendapat tuntunan rohani yang mereka butuhkan
Lonely teenagers will not be listened to.
Remaja-remaja yang kesepian takkan ada yang mendengarkan
Many people with problems will not be ministered to,
banyak orang dengan masalah takkan ada yang melayani,
many sick folk will go unvisited.
bnyak orang sakit yang takkan dikunjungi
A special human quality will disappear from our culture.
Sebuah kualitas yang spesial akan hilang dari peradaban kita.

Women can give up their jobs
wanita bisa melepaskan profesi mereka
as clerks, engineers, sales people, doctors –
sebagai pegawai, insinyur, penjual, dokter-
other people will step in
orang-orang lain akan menggantikan
and the world will go on as smoothly as before.
dan dunia akan berjalan selancar sebelumnya
It will be business as usual.
dan bisnis akan seperti biasa

The groceries will still be sold,
barang kebutuhan akan tetap dijual,
trucks loaded with merchandise will still roll across our highway,
truk-truk yang berisikan barang-barang dagangan akan tetap melintasi jalan raya kita,
and Wall Street will carry on.
dan pasar uang akan tetap berlanjut.

Not so with homemaking.
tidak demikian dengan mengurus rumah tangga

Homemakers are the special people in whose hands
para ibu rumah tangga adalah orang-orang spesial dimana di tangan mereka
the country and the world have been entrusted.
negara dan dunia dipercayakan
When women leave this job the world does not go on as before.
saat wanita meninggalkan profesinya ini dunia tidak berputar seperti sebelumnya.
It falters and begins to lose its way.
Dunia berjalan terhuyung dan mulai kehilangan arahnya

Homemakers are indispensable!
Para ibu rumah tangga sangatlah diperlukan!

sumber: The Creative Homemaker by Mary LaGrand Bouma
diterjemahkan oleh Mrs Irontius Lou

10 comments:

eha said...

Memang penting untuk selalu mengingat bahwa apa yang kita lakukan ini bermakna. Bila tidak, semangat kita bisa tergerus oleh rasa letih dan jemu.
Saat ini aku adalah ibu rumah tangga yang terlibat dalam Komisi Anak di gereja. Di lingkungan rumah, aku terlibat dalam salah satu Dasa Wisma yang dinaungi organisasi PKK.

Btw, feel free to call me Evy or Eha. I'd be glad if you'd tell me how you'd like me to address you.
Info soal kotak recent posts sudah kuletakkan di blog persembunyianku. Silakan klik link namaku di komentar ini untuk tiba di sana.

Mrs Irontius Lou said...

thanks banget evy, aku panggil evy aja yah..
kalo saya, dipanggil yunie aja, biasanya orang2 demikian memanggilku...he3

wah..menarik sekali bisa terlibat dalam organisasi PKK, saya juga pengen tuh...
berbagi donk di blognya, pengalaman ikut serta Dasa Wisma...

saya salut ma ketekunan evy ngeblog...aku kadang aja kalo ada waktu baru bisa ngeblog, gak rutin...
he3

eha said...

Aku juga ga bisa sering2 nulis kok, kadang kalo udah capek banget ga ada tenaga ekstra buat nulis, padahal banyak yang mau ditulis. Nanti giliran sudah ada waktu luang, mood-nya udah hilang, he he ....
Dasa wisma? Duh, ga ada yang spesial deh kayaknya (ntar kalo ada aku tulis deh).
O iya, ada sebuah award menanti jemputan Yunie di blog Life=likethis, segera diboyong ya

tikno said...

Terus terang saya susah untuk berbicara tentang nilai seorang Ibu Rumah tangga setelah saya menikah dan memiliki 2 orang anak.

Itulah sebabnya saya sebagai laki-laki merasa bahwa hidup itu memang harus saling mengisi dan berbagi diantara suami dan istri.

Mungkin gambaran saya adalah sebagai berikut:
Pekerjaan seorang ibu adalah sebuah pekerjaan yang: 1) tidak dibayar, 2) jarang dilirik, 3) tidak mengenal hari libur, 4) mustahil mengundurkan diri.
Tapi istri saya tetap bangga sebagai Ibu rumah tangga dan Ibu bagi anak-anak saya. Terkadang hal ini membuat saya terharu juga.

Opss... rasanya terlalu panjang komentar saya. Posting yang bagus dari Anda!

Mrs Irontius Lou said...

wah..itu betul sekali pak tikno, rasanya jadi ingin berkenalan dengan isteri anda. Apakah dia punya blog juga? if yes, the link please...

kalo menurut saya, pekerjaan yang paling tidak dilirik sekalipun, asalkan dikerjakan dengan sepenuh hati,pasti akan menjadi berkat buat sekeliling kita, dan menjadi "berarti"

tikno said...

Sayangnya dia tidak tertarik dengan dunia blogging walaupun saya sudah menyarankannya. Alasan yang dia sampaikan waktu itu adalah tidak mahir membuat artikel.

PS: Saat saya menulis komentar ini, dia ada di samping dan juga membaca komentar Anda di atas. Istri saya menyampaikan salam pada Anda.

Mrs Irontius Lou said...

wah..saya tersanjung bu tikno bisa ikutan baca blog saya juga, salam kenal!! smile.... saya minta kritik n sarannya yah...

hanni said...

yunnn,

huaaa huaaa huaaaa ;(
jadi terharu ...

sayang sekali, dunia terlalu besar, jadi ga berasa apakah dia tetap muter atau tidak kalau kita ga ada :)

seringkali liat ibu kantoran kok ya asik2 ajah. anak2 tetap sehat, berprestasi, rumah jg terawat, dll. wahhh, kalo dah gitu, iman mulai luntur deh :(

Mrs Irontius Lou said...

to hanni....my dear friend....
saya punya rasa penyesalan soal karir juga kok, saya share yah...saat suami saya suruh untuk stop mengajar hatiku hancurrrr, padahal itulah pekerjaan impianku, n padahal waktu itu anakku usia 3 bulan dan alasan suami menyuruh tidak bekerja adalah: agar fokus mengurus anak dan bisa ASI eksklusif....padahal saya udah interview n diterima disebuah sekolah nasional plus...bayangkan kesalnya daku????

Akhirnya sampe sekarang hanya terima les anak2 aja di rumah, saat ini cuman 3 anak.
Tapi saya belajar untuk bersukacita menjalani profesi sebagai "Stay at Home Mom", hasilnya pasti kita nikmati nanti--saat anak2 dah besar---pastilah "beda" anak2 yang dibesarkan oleh SAHM vs oleh working mom....(jangan tersinggung untuk yg working mom..)
Right??
gak pernah sia2 kok kita tinggal di rumah...
kalo aku sih senanggg--bisa baca buku kalo Josh bobo siang.............ga ada yg ganggu!!!! n bisa baca buku buat Josh....wakakaka maklum bookaholic...
yang paling penting, saya tidak lewtkan masa2 pertumbuhan ems anak saya!!! 1-5 tahun...precious moments...
han, share juga dunk gimana kisahnya sebagai SAHM!!!

hanni said...

thanks for sharing, yun.