Sunday, August 30, 2009

Manajer Keluarga

Judul: Manajer Keluarga
Judul asli: The Family Manager
Pengarang: Kathy Peel*
Penerbit: PT Grasindo , 1998

*Kathy Peel adalah pendiri dan kepala editor majalah Family Manager. Ia dan suaminya Bill Peel memiliki tiga orang anak. Ia juga aktif menulis artikel di majalah Family Circle.

Buku ini kayaknya sudah saya baca lima kali atau mungkin juga lebih dari itu, entahlah saya lupa..
Sangat menarik dan menawan hati sebab gaya penulisan Kathy Peel itu loh..yang humoris dan kocak abis. Kathy membuat saya tertawa dengan selera humornya.. Tertawa tentang keadaan rumah tangga saya dan menertawai diri saya sendiri..Namun pada saat yang bersamaan juga sanggup menantang saya untuk bertumbuh dalam pengembagan diri saya sebagai ibu rumah tangga.

Kathy sangat blak-blakan tentang rumah tangganya sendiri. Bagaimana seorang ibu rumah tangga yang "slebor" sepertinya pun bisa mengurus rumah dengan bijaksana dikisahkan sepanjang halaman demi halaman buku ini... Menurutnya sukses sebuah rumahtangga adalah hasil kerja tim seluruh anggota rumahtangga yang bersangkutan!

Kathy membagi manajemen rumahtangga ke dalam tujuh departemen:1-manajemen waktu, 2-makanan, 3-rumah dan properti,4- keuangan, 5-proyek istimewa,6-anggota keluarga dan teman-teman, dan 7-manajemen pribadi.
Ketujuh departemen ini menjadi area rutin yang dianalisa setiap manajer keluarga.

Khusus untuk Stay at home mom, Kathy menyadari pentingnya merubah paradigma dari "saya cuman ibu rumah tangga saja kok" menjadi sebuah kebanggaan saat berkata "saya seorang manajer keluarga".
Seperti kutipan perkataan Rose Kennedy berikut:
"Saya mengawasi pertumbuhan anak bukan hanya sebagai karya cinta dan kewajiban tapi sebagai suatu profesi yang menarik dan menantang seperti profesi lain yang terhormat di dunia dan sesuatu yang menuntut yang terbaik dari saya"

Maka sebagai seorang ibu rumah tangga, tidak peduli apakah anda seorang working mom, single mom ataukah full time mom--tanggung jawab yang sama dan kehormatan yang sama---mengiringi anda saat anda menjalani tugas-tugas di ketujuh buah departemen yang sama!
Anda adalah manajer dari rumah tangga anda! Kathy bahkan membuat sebuah Kredo untuk Manajer Keluarga untuk para manajer luar biasa ini.

Bagaimana memberikan yang terbaik dari diri anda untuk profesi yang terhormat ini?
Anda simak saja langsung pembahasan Kathy Peel sang "Manajer Keluarga" di bukunya dilengkapi dengan tips-tips praktisnya dalam ketujuh buah departemen!

Ini Gambar Sampul yang edisi bahasa Inggrisnya:
The Family Manager

Friday, August 28, 2009

Dapet Awards lagi...

Thanks buat Inda "sangnona" yang udah menganugerahkan award ini...

Aturan mainnya ....yang terima awardnya harus menuruti aturannya..
  1. banner award tidak boleh diubah baik tulisan, warna dan signaturenya yaa… kalo di-resize gambar boleh :-)
  2. Tuliskan siapa yang ngasi award dan url nya trus url nya harus di-hyperlink ke bannernya yaa… supaya yang ngasih dapet backlink dari website kamu ;-)
  3. Pilih 10 orang female blogger yang kamu kenal dan belum nerima award ini, dan sebutkan alasan kenapa kamu pikir dia layak dapetin award ini ;-)
  4. Peer selanjutnya adalah : lakukan petunjuk seperti di halaman ini yaa… dan tulis hasilnya di page award kamu, biar seruuuu ^^
Ini pe-er no 4, langsung kukerjain nih...ketik "Yunie needs" dan hasilnya lucu-lucu...-Google's top 10 search-
1. all yunie needs is time--betul juga yah...??? Time management-ku musti direview lagi neh...
2. yunie needs you...yup..you!! Just in need of anyone to share and be there for me...
3. yunie needs to get ready for test.. test apa yah? wakakaka
4. yunie needs to talk to you..yup..straight talk to ladies..
5. yunie needs me to be with her....the 'me' is my friends ofcourse..
6. yunie needs anger management...really?
7. yunie needs money so badly...waduh kok tahu? wakakaka..LOL
8. yunie needs love right now....wow, hubby, I think you're happy! hahahahaha
9. yunie needs to transfer back to mt.eden...I'll tell Eve not to listen to the snake's lies!
10. yunie needs defending..for the causes that I support: homemaking, homeworking, homechooling, becoming a SAHM!

Okay, And the award goes to these HOTTEST FEMALES in Blogland... ;-)
1.mba evy buat puisi-puisinya yang indah
2.mba fanda buat resensi buku-bukunya yang menambah wawasan
3. homeschool spirit--aku salut banget dengan cara ibu yang satu ini homeschooling anaknya
4. cerita pea--buat artikel-artikelnya yang menguggah hati
5. diarydiarytoo--buat artikel-artikelnya yang bagus-bagus
6. Laying Down V's Rails--ibu yang luar biasa: salut cara dia homeschool metode classical plus Charlotte Mason
7. Hanni--ibu yang hebattt...dedikasinya yg luar bisa buat rumahtangganya
8. murni-solitudetimes--untuk tulisan-tulisannya yang menginspirasi
9. jessica- wanita berwawasan luas yang membuka pikiranku
10. mommy mayonaise--ibu yang OK banget n gaul!

Selamat buat yang sudah menerima awards ini! Silahkan diambil awards-nya dan dipajang di blog masing-masing!

Spaghetti Bolognaise


Keterangan gambar: Spaghetti yang siap disantap Joshua

Bahan saus:
200 gr daging sapi, blender atau cincang halus
1/2 buah bawang bombay ukuran sedang,potong halus
1 siung bawang putih, potong halus
1 sdt lada putih
2 sdt oregano
1 lbr bay leaf
2-3 buah tomat, kupas kulit, keluarkan bijinya, remas-remas dan keluarkan sarinya
6 sdm Pasta Tomat
1 sdt garam

Bahan:
-Keju parut secukupnya
-spaghetti

cara membuat:
1-rebus 200 gr spaghetti dalam air yang diberi 1 sdm minyak zaitun(atau margarin) dan angkat pada waktu yang tepat-saat pasta dalam keadaan al dente (tidak terlalu keras namun tidak kelembekan)..
2.-Untuk sausnya: Tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum, masukkan daging, lalu tomat dan pasta tomat, lalu tambahkan air secukupnya-tergantung anda suka kental atau encer, tambahkan oregano, garam dan bay leaf serta garam.
3. -Tuangkan saus diatas spaghetti yang sudah tersedia, taburi keju, jika suka tambahi saus sambel atau saus tomat

Siap dihidangkan!
Voila!
Si Joshua suka spaghetti buatanku...dia akan bilang ala Italiano...kalo lihat di piringnya ada spaghetti...he3..
Lihat tampangnya yang senang betul kalo makan spaghetti?? Hmm..gemezzz aku melihat tingkahnya dan senyumannya...
Lucu.....

Thursday, August 27, 2009

Blog ini dapat "100% sassy Blogger Award"

Asik nih dapat award lagi dari sahabatku, sang Mommy Mayonaisse
Thanks Risma!

Mommy Mayonnaise


Saya mau share awards ini untuk teman-teman blogland yang sudah memberkatiku, untuk CC, Hannilemon, lifeisbeautiful dan michellavie...
Buat pembaca yang sudah membaca blog saya dan memberi masukan, kritik dan sarannya saya juga berterimakasih..
Thanks udah memberkati saya dengan tulisan-tulisan masing-masing..


Agenda Ibu Rumah Tangga aka Yunie's blog



Silahkan di Copy-paste code didalam kotak diatass untuk memajang award ini di blog masing-masing! Smile!!
Happy blogging! Mari terus berkarya dan jadi berkat di blogland!

Sup Iga Sapi


Bahan:
200 gr iga sapi
1 buah kentang besar , potong-potong dadu
1 batang wortel ukuran sdang kupas, potong serong-serong

bumbu yang dihaluskan:
3 siung bawang merah
2 siung bwg putih
1 sdt lada
1/2 sdt ketumbar


Cara membuat:
-Rebus iga sapi dengan air 1 liter
-Tumis bumbu yang dihaluskan
- Hasil tumisan dimasukkan ke rebusan air sapi
-masukkan wortel dan kentang

Pelengkap:
-daun bawang diiris-iris lalu taburi diatasnya
-bawang goreng
-sambel kecap dan jeruk nipis

Ini hidangan makan siang kami kemarin....
Suami saya suka menu ini, untuk menghilangkan aroma amis daging bisa pakai cengkeh..
Tapi berhubung kami sekeluarga tidak suka aroma cengkeh, jadinya kami hidangkan tanpa cengkeh...
Selamat mencoba!

Wednesday, August 26, 2009

Pisang Cemet aka Palu Butung


Bahan:
8 buah pisang kepok
50 gr tepung beras
125 gr gula pasir
1 sdt garam
250 cc sirup marjan rasa pisang
500 cc santan cair
daun pandan dua ikat

Cara membuat:
1. Kukus pisang sampai matang, kupas kulit, sisihkan
2. Campur tepung beras, garam, santan cair, gula , daun pandan, masak dengan api kecil sampai matang dan mengental
3. Siramkan bubur sumsum diatas pisang yang dipenyet dulu, lalu tuang sirup secukupnya diatasnya

p.s : Saya lagi kangen sama "Pisang cemet" khas solo, yang dijual di dekat rumah nenek saya.. Jadinya sisa pisang kepok kemaren kubikin ini deh... Yummy...! Kalo pisang cemet -khas Jawa Tengah tidak perlu dikasih sirup ..kalo dikasih sirup namanya jadi bubur palu butung-khas Makassar.. Menarik yah bisa ada dua menu Nusantara yang serupa...
Memang selera lidah orang Indonesia tuh senada..
Kayaknya cocok juga buat menu buka puasa yah?

Met menikmati....!

Friday, August 21, 2009

Kolak


Bahan:
3 lbr daun pandan, cuci bersih, ikat simpul
250 gr ubi, kupas kulitnya dan iris bentuk dadu
3 buah pisang kepok, iris serong
santan kental dari 1/4 butir kelapa
250 gr gula jawa batok
3 gelas air
*untuk variasi: nangka dan kolang kaling bisa ditambahkan jika suka!

Cara membuat:
- Rebus gula dengan air dan daun pandan hingga gula larut lalu saring kotorannya.
- masukkan ubi dan pisang dalam air gula, rebus lagi hingga empuk
- masukkan santan kental hingga mendidih.

Siap untuk dihidangkan!
Yummy!

Saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi kaum Muslim.
Setiap bulan ramadhan, biasanya mama saya membuat hidangan ini.
Setelah saya menikah pun jadi rasanya ingin makan kolak tiap bulan puasa! smile...he3

Monday, August 10, 2009

Fascinating Womanhood

Judul:Fascinating Womanhood
Pengarang: Helen Andelin*
Penerbit: Bantam books

*) (alm.)Helen Andelin adalah isteri dari (alm.) Dr. Aubrey Andelin, dan ibu dari delapan orang anak. Aubrey dan Helen mendirikan Family Living International, sebuah yayasan pendidikan yang menyelenggarakan kelas-kelas pernikahan bagi pasangan suami isteri.

Seperti apakah sosok seorang wanita yang ideal?
Media iklan berusaha menarik perhatian wanita-wanita yang ingin tampil ideal dengan aneka produk yang menawarkan tubuh yang ramping, perut yang singset, rambut panjang menjuntai-tanpa ketombe-, bibir seksi, wajah menawan-tanpa jerawat-, gigi lebih putih, kulit mulus, dsbnya…. Namun wanita yang ideal itu seperti apa sih sebenarnya?

Ternyata pria dan wanita memiliki sudut pandang yang berbeda. Wanita yang ideal versi “kaum hawa” adalah yang tampil menarik luar dalam, punya kualitas 3B’s (Brain-Beauty-Behaviour). Namun rupanya “kaum adam” punya sudut pandang yang berbeda!
Seperti apakah “wanita ideal” versi “kaum adam”?
Helen Andelin mendeskripsikan figur seorang wanita ideal ini dengan menciptakan tokoh fiktif bernama Angela.
Angela adalah seorang wanita yang memiliki dua kualitas, yakni kualitas malaikat (angelic qualities) dan kualitas manusia (human qualities).

Kualitas malaikat (angelic qualities) adalah bisa mengerti pria, memiliki kebahagiaan batin (inner happiness), punya karakter yang bernilai (worthy character), dan seorang ibu rumah tangga yang cakap(a domestic goddess). Sisi malaikat (angelic side) dari seorang wanita membangkitkan perasaan memuja dalam diri pria. Seorang pria merasa bahagia dan damai jika dekat dengan wanita yang punya angelic qualities.

Kualitas manusia (human qualities) adalah feminin dalam penampilannya, sorot wajah memancarkan kebahagiaan, tampil sehat bersinar, dan manis seperti anak kecil(childlikeness).
Sisi manusia (human side) membuat kagum, mempesona serta memikat hati pria. Human qualities membuat seorang pria ingin melindungi dan menjaga. Saya perhatikan bahwa salah satu human qualities-childlikeness, sepertinya terlalu didramatisir dalam film-film seperti My Sassy girl dan Cewekku Jutek, sehingga terkesan wanita yang terlalu kekanak-kanakan dan tidak dewasa dalam karakternya. Menurut Helen, childlikeness itu adalah kualitas yang menunjukkan bahwa wanita membutuhkan pria untuk menjaga dan melindunginya.Jadi janganlah menjadi wanita yang terlalu mandiri dan independen, sehingga terkesan tidak butuh laki-laki.

Helen mengambil tokoh dari kisah-kisah sastra klasik, diantaranya dari novel karya Charles Dickens "David Copperfield". Dalam novel ini ada dua wanita dalam kehidupan David Copperfield yakni Agnes dan Dora. Agnes memiliki kualitas malaikat (angelic qualities) -pandai mengurus rumah, tempat curhat David yang baik, saleh dan memiliki iman yang kuat--namun sangat kurang dalam kualitas manusia (human qualities). Ia terlalu mandiri dan tegar, sehingga David merasa "kurang dibutuhkan" olehnya.
Itulah sebabnya walaupun David punya ketertarikan khusus pada Agnes, ia malahan menikahi Dora.

Mengapa memilih Dora?
Dora sangatlah unggul dalam kualitas manusia (human qualities), ia seorang gadis yang menawan, manja dan ceria. David merasa manjadi "laki-laki" jika berada dekatnya. David merasa ingin memanjakan gadis ini-singkatnya--David tergila-gila kepada Dora. Namun, Dora tidaklah dewasa dalam karakternya, ia tidak bisa mengerti pria dan tidak bisa mengurus rumah....Namun, David tetap memilih Dora untuk jadi isterinya!

Kelanjutan dari kisah ini, Dora meninggal dan David menikah lagi dengan Agnes. Kehidupan yang damai, rumah yang terurus dengan baik, namun David merasakan ada yang kurang dalam hatinya. Ia terus merindukan si manis Dora...Hmm, dilematis yah? Jadi Helen Andelin mengajak para wanita untuk membangkitkan kualitas yang masih 'kurang' dalam diri masing-masing dan mulai mengembangkan diri ke arah kualitas tersebut!

Saya sangat hafal detil ilustrasi Helen yang mengkontrakan antara tokoh Agnes dan Dora (Agnes vs Dora), sebab saya juga sedang membaca buku novelnya Charles Dickens "David Copperfield"..Smile....
Sebetulnya di buku ini Helen banyak mengambil contoh-contoh dari buku-buku sastra lainnya. tapi berhubung baca paralel dua buku ini, ilustrasi inilah yang paling membekas di hatiku...

Sehingga..kesimpulannya: untuk menjadi wanita ideal tidaklah perlu harus cantik secara fisik! Ada kualitas-kualitas yang tidak bisa ditampilkan secara fisik semata. Seringkali kita temui wanita yang memikat banyak pria, padahal wajah dan penampilannya biasa-biasa saja, kok bisa???? Menurut Fascinating Womanhood, jika kita mengamati kepribadiannya, pastilah wanita idaman itu mirip dengan si Angela-figur wanita ideal- yang dideskripsikan buku ini.

Setiap bab dalam buku ini dipenuhi dengan kesaksian kisah-kisah nyata para wanita yang sukses menerapkan prinsip fascinating womanhood dalam pernikahan mereka. Helen mengganti nama-nama asli dari wanita-wanita yang pernah ikut kelas bimbingannya ini. Pembaca pastilah sangat deberkati dengan kumpulan kisah-kisah nyata ini! Ada satu kisah yang sangat menyentuh hati saya, dimana seorang wanita yang sudah ditinggalkan suaminya berselingkuh dengan WIL, berhasil kembali rujuk setelah sang isteri menerapkan prinsip-prinsip fascinating womanhood!

Bagian pertama buku ini membahas Angelic Qualities dan bagian kedua membahas Human Qualities. Saat menjelaskan tentang salah satu kualitas manusia yakni Feminine Manner, dalam bab 16, saya sangat suka dengan daftar Dont's for the Feminine Manner. Wah, betul-betul pelajaran tata krama seolah mau menjadi putri ningrat..hahaha....
Nah mungkin cukup sekian ulasan saya, lebih lengkap lagi beli bukunya langsung...

Buku ini adalah salah satu buku favorit saya. [sampai saat ini sudah kubaca ulang tiga kali..] Saya merekomendasikan setiap wanita, terutama yang sudah menikah,untuk membacanya. Sekalipun latar belakang penulis buku ini adalah seorang penganut Mormon yang taat, namun nilai-nilai yang diajarkan untuk para wanita sangatlah universal dan tidak terkesan fanatik. Saya sedih saat membaca di website Helen Andelin, disitu Helen menyesalkan bahwa buku ini batal dicetak ke dalam bahasa Indonesia. Penerbit yang tadinya sudah menyetujui, akhirnya menolak. Padahal buku ini sangatlah menjadi berkat untuk para wanita!
Andaikata ada penerbit yang membaca posting saya ini, ayolah...terbitkan buku ini buat wanita-wanita di Indonesia! Pasti jadi bestseller!
Oh ya, bagi yang berminat untuk mencari buku ini, gambar sampul edisi terbarunya putih kehijauan, nih ku upload aja gambarnya:


Fascinating Womanhood

Yang saya beli adalah edisi lama, sampulnya pink...tapi isinya sama kok!**Ralat: Ternyata edisi lama dan baru isinya berbeda! Mrs. Helen Andelin sudah merevisi buku ini dengan tambahan bab-bab baru di edisi terbarunya yang bersampul putih kehijauan.. :) 

Wednesday, August 5, 2009

For the Children's Sake


Judul: For the Children’s Sake-Foundations of Education for Home and School
Pengarang: Susan Schaeffer Macaulay*
Penerbit: Crossway Books

*)--Susan Schaeffer Macaulay adalah putri dari pasangan Francis dan Edith Schaeffer -pendiri L’Abri Fellowship. Ia bersama suaminya, Ranald Macaulay tinggal di Swiss dengan empat orang anak mereka.

Setiap pendidik (baca:orangtua dan guru) sebisa mungkin ingin memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Namun, seperti apakah pendidikan yang terbaik itu?

Susan dan suaminya, Ranald memulai pencarian mereka akan pendidikan yang terbaik saat mencari sekolah untuk anak pertama mereka, Margaret. Awalnya ada sebuah sekolah di dekat rumah mereka dan Margaret kecil disekolahkan disitu—namun, Susan dan Ranald menyadari ada sesuatu yang salah dengan pendidikan di sekolah tersebut! Tindakan drastis pun diambil, Margaret ditarik keluar dari sekolah itu! Apa yang salah dengan sekolah tersebut? Mengapa Margaret tidak bisa menikmati kegiatan-kegiatan belajar mengajar di sekolahnya?

Pencarian Susan dan Ranald akan pendidikan bagi Margaret terus berlanjut. Sampai akhirnya mereka tiba pada sebuah perhentian, mereka menemukan sebuah sekolah kecil yang sederhana namun ada yang spesial dengan sekolah ini. Sekolah ini dijalankan dengan metode-metode Charlotte Mason. Prinsip-prinsip pendidikan Charlotte Mason -yang tak lekang oleh waktu- dipraktekkan di sekolah ini.

Itulah sebabnya, dalam seluruh isi dari buku ini, Susan mencurahkan perhatian pada karya-karya Charlotte Mason.

Lewat buku ini, pembaca akan diperkenalkan pada tokoh pendidikan yang sangat berpengaruh bagi Susan.
Siapakah gerangan Charlotte mason itu?
Beliau adalah seorang pendidik dari abad ke-19. Charlotte Mason (1842-1923) mempunyai pandangan-pandangan tentang pendidikan yang terlahir dari pengalaman-pengalamannya mengajar. Ia menekankan perhatian kepada para orangtua. Menurutnya, menjadi orangtua adalah profesi dan pekerjaan yang paling berharga bagi umat manusia. Keluarga dan rumahtangga adalah lingkungan pendidikan yang mendasar, bukan institusi sekolah.
Dalam esainya “Towards a Philosophy of education”, Charlotte Mason merangkum 18 prinsip pendidikan yang dibahas oleh Susan Schaeffer Macaulay secara mendalam dalam enam bab isi buku ini. Prinsip-prinsip ini dimodifikasi menjadi 20 Prinsip Pendidikan versi Charlotte Mason di kemudian hari.

Susan mengingatkan bahwa penerapan prinsip pendidikan dalam tiap-tiap keluarga berbeda-beda. Bahkan untuk tiap-tiap anak dalam keluarga yang sama, keputusan pilihan sistem pendidikan yang diterapkan orangtua bisa berbeda-beda! Mana yang terbaik bagi anak tersebut, itulah yang dipilih. Jadi, janganlah kita menghakimi keputusan pendidikan orang lain.

anak si ‘anu’ bersekolah di sekolah swasta,
anak si ‘anu’ ke sekolah negeri,
anak si ‘anu’ homeschooling di rumah,
semua pilihan-pilihan ini sah-sah saja! Tidak ada yang paling benar dan tidak ada yang salah dengan keragaman ini.
Orangtua yang telah mengambil prioritas yang benar untuk anak-anaknya akan membuat keputusan yang bijaksana tentang pendidikan anak-anaknya.

Bab dua buku ini membahas detil Prinsip #1, dimana kepribadian tiap-tiap anak sangat dihargai oleh Charlotte Mason:

Prinsip #1- Anak-anak terlahir sebagai pribadi

Susan menantang orangtua dan para guru untuk mengenali anak-anak tersebut, demi si anak tersebut(for the children’s sake)! Susan mengajak kita untuk jangan menganggap remeh anak-anak, ataupun menganggapnya sebuah tugas profesional semata. Anak-anak bisa menjadi sahabat terbaik kita! Kita bisa belajar dari mereka jauh lebih banyak dari apa yang bisa kita ajarkan kepada mereka!

Susan membahas detil aplikasi Prinsip #1 dengan menarik dalam keseluruhan isi bab dua, diantaranya dibahas bagaimana menuangkan Prinsip #1 dalam kegiatan bermain anak-anak, dalam memilih bacaan berupa buku-buku sastra dan living books.

Di dalam bab berikutnya, Bab tiga dari buku ini membahas Prinsip #2, #3 dan #4:

Prinsip #2- Mereka tidak terlahir seratus persen baik atau buruk, tetapi memiliki potensi untuk menjadi baik maupun buruk

Prinsip #3-Prinsip otoritas di satu sisi dan Ketaatan di sisi lain, adalah mendasar, diperlukan dan fundamental; namun-


Prinsip #4-Prinsip-prinsip ini dibatasi oleh rasa hormat terhadap kepribadian sang anak, yang janganlah melanggar haknya, entah dengan rasa takut atau rasa mengasihi,kekuatan sugesti, atau pengaruh mereka pribadi atas diri anak supaya anak mau belajar.


Tiga prinsip ini menekankan bahwa keseimbangan antara prinsip otoritas dan ketaatan. Sisi otoritas harus dibatasi oleh rasa hormat terhadap kepribadian sang anak. Sisi sang anak, harus memiliki ketaatan sebagai suatu kebiasaan yang tertanam, karena menghormati otoritasnya (orangtua, dan guru).

Prinsip berikutnya, Prinsip #5 dikenal sebagai motto pendidikan ala Charlotte Mason. Ada tiga motto pendidikan ala Charlotte Mason. Susan membahas tiga motto Charlotte Mason ini dalam bab empat.
Demikian isi dari Prinsip #5:
Prinsip #5- Kita dibatasi dengan tiga cara yang bisa dipakai untuk mendidik anak, yakni lingkungan alamiah anak (the atmosphere of the environment), melatih kebiasaan-kebiasaan baik (the discipline of habit), dan mengekspos ide-ide dan konsep-konsep yang hidup (the presentation of living ideas.

Tiga buah motto Charlotte Mason ini dijabarkan dalam Prinsip no #6, #7 dan #8:
Prinsip #6-"Education is an atmosphere" bukan berarti kita sepatutnya menciptakan lingkungan buatan untuk anak, tetapi kita memanfaatkan berbagai kesempatan dalam lingkungan tempat dia selama ini tinggal untuk mendidiknya. Anak-anak belajar dari hal-hal nyata dalam dunia nyata.

Prinsip#7-"Education is a discipline" artinya kita melatih anak untuk memiliki kebiasaan-kebiasaan pikiran dan tubuh yang baik. Ahli fisiologis menyatakan adanya adaptasi struktur otak terhadap pikiran-pikiran kita yang terarah.


Prinsip #8-"Education is a life" artinya pendidikan sepatutnya menyangkut baik tubuh, jiwa, maupun roh. Pikiran anak-anak dikenyangkan oleh segala jenis ide, sehingga kurikulum anak haruslah bervariasi dan kaya, meliputi banyak mata pelajaran.


Adalah baik untuk membiasakan anak-anak sejak dini untuk mempunyai perhatian yang terfokus sehingga materi-materi pelajaran diberikan dengan singkat dan tidak diulang. Juga menurut Charlotte Mason, tidaklah dianjurkan memberikan pekerjaan rumah, karena hanyalah menghabiskan waktu anak-anak. Gaya pembelajaran yang dianjurkan adalah menyelesaikan sekolah di pagi hari menjelang siang, sehingga sisa hari bisa dinikmati anak untuk mengeksplorasi lingkungannya dan alam. Jalan-jalan di taman, menikmati piknik di alam terbuka, sangat dianjurkan agar anak-anak mempelajari alam yang sesungguhnya, bukan hanya dari buku-buku saja ataukah layar kaca.


Seluruh pembahasan tiap-tiap prinsip ini akan lebih lengkap dan seru membaca langsung...:
For the Children's Sake: Foundations of Education for Home and School
For the Children's Sake: Foundations of Education for Home and School
Gambar Sampul versi terbarunya... :)

Monday, August 3, 2009

Awards untuk blog ini

Thanks buat evy, yang udah menganugerahkan award pertama buat blog ini! "Spread the love" award--thanks untuk anugerah yang manis ini! Saya akan sebarkan juga buat bloggers yang lain yang telah memberkati hidupku!

Lalu, satu lagi award-nya mba fanda yang manis ini:
Thanks juga mba fanda, sesungguhnya mba-lah yang sudah terlebih dulu mewarnai hari-hariku lewat resensi-resensinya! Terus giat membaca dan memperluas wawasan!
Maju terus!!


Learning from Anemone and Clown Fish

This week's to-read-book for kiddos Minggu lalu, kami belajar tentang kehidupan di dalam air dan secara spesifik membahas simbiosis...