Monday, August 10, 2009

Fascinating Womanhood

Judul:Fascinating Womanhood
Pengarang: Helen Andelin*
Penerbit: Bantam books

*) (alm.)Helen Andelin adalah isteri dari (alm.) Dr. Aubrey Andelin, dan ibu dari delapan orang anak. Aubrey dan Helen mendirikan Family Living International, sebuah yayasan pendidikan yang menyelenggarakan kelas-kelas pernikahan bagi pasangan suami isteri.

Seperti apakah sosok seorang wanita yang ideal?
Media iklan berusaha menarik perhatian wanita-wanita yang ingin tampil ideal dengan aneka produk yang menawarkan tubuh yang ramping, perut yang singset, rambut panjang menjuntai-tanpa ketombe-, bibir seksi, wajah menawan-tanpa jerawat-, gigi lebih putih, kulit mulus, dsbnya…. Namun wanita yang ideal itu seperti apa sih sebenarnya?

Ternyata pria dan wanita memiliki sudut pandang yang berbeda. Wanita yang ideal versi “kaum hawa” adalah yang tampil menarik luar dalam, punya kualitas 3B’s (Brain-Beauty-Behaviour). Namun rupanya “kaum adam” punya sudut pandang yang berbeda!
Seperti apakah “wanita ideal” versi “kaum adam”?
Helen Andelin mendeskripsikan figur seorang wanita ideal ini dengan menciptakan tokoh fiktif bernama Angela.
Angela adalah seorang wanita yang memiliki dua kualitas, yakni kualitas malaikat (angelic qualities) dan kualitas manusia (human qualities).

Kualitas malaikat (angelic qualities) adalah bisa mengerti pria, memiliki kebahagiaan batin (inner happiness), punya karakter yang bernilai (worthy character), dan seorang ibu rumah tangga yang cakap(a domestic goddess). Sisi malaikat (angelic side) dari seorang wanita membangkitkan perasaan memuja dalam diri pria. Seorang pria merasa bahagia dan damai jika dekat dengan wanita yang punya angelic qualities.

Kualitas manusia (human qualities) adalah feminin dalam penampilannya, sorot wajah memancarkan kebahagiaan, tampil sehat bersinar, dan manis seperti anak kecil(childlikeness).
Sisi manusia (human side) membuat kagum, mempesona serta memikat hati pria. Human qualities membuat seorang pria ingin melindungi dan menjaga. Saya perhatikan bahwa salah satu human qualities-childlikeness, sepertinya terlalu didramatisir dalam film-film seperti My Sassy girl dan Cewekku Jutek, sehingga terkesan wanita yang terlalu kekanak-kanakan dan tidak dewasa dalam karakternya. Menurut Helen, childlikeness itu adalah kualitas yang menunjukkan bahwa wanita membutuhkan pria untuk menjaga dan melindunginya.Jadi janganlah menjadi wanita yang terlalu mandiri dan independen, sehingga terkesan tidak butuh laki-laki.

Helen mengambil tokoh dari kisah-kisah sastra klasik, diantaranya dari novel karya Charles Dickens "David Copperfield". Dalam novel ini ada dua wanita dalam kehidupan David Copperfield yakni Agnes dan Dora. Agnes memiliki kualitas malaikat (angelic qualities) -pandai mengurus rumah, tempat curhat David yang baik, saleh dan memiliki iman yang kuat--namun sangat kurang dalam kualitas manusia (human qualities). Ia terlalu mandiri dan tegar, sehingga David merasa "kurang dibutuhkan" olehnya.
Itulah sebabnya walaupun David punya ketertarikan khusus pada Agnes, ia malahan menikahi Dora.

Mengapa memilih Dora?
Dora sangatlah unggul dalam kualitas manusia (human qualities), ia seorang gadis yang menawan, manja dan ceria. David merasa manjadi "laki-laki" jika berada dekatnya. David merasa ingin memanjakan gadis ini-singkatnya--David tergila-gila kepada Dora. Namun, Dora tidaklah dewasa dalam karakternya, ia tidak bisa mengerti pria dan tidak bisa mengurus rumah....Namun, David tetap memilih Dora untuk jadi isterinya!

Kelanjutan dari kisah ini, Dora meninggal dan David menikah lagi dengan Agnes. Kehidupan yang damai, rumah yang terurus dengan baik, namun David merasakan ada yang kurang dalam hatinya. Ia terus merindukan si manis Dora...Hmm, dilematis yah? Jadi Helen Andelin mengajak para wanita untuk membangkitkan kualitas yang masih 'kurang' dalam diri masing-masing dan mulai mengembangkan diri ke arah kualitas tersebut!

Saya sangat hafal detil ilustrasi Helen yang mengkontrakan antara tokoh Agnes dan Dora (Agnes vs Dora), sebab saya juga sedang membaca buku novelnya Charles Dickens "David Copperfield"..Smile....
Sebetulnya di buku ini Helen banyak mengambil contoh-contoh dari buku-buku sastra lainnya. tapi berhubung baca paralel dua buku ini, ilustrasi inilah yang paling membekas di hatiku...

Sehingga..kesimpulannya: untuk menjadi wanita ideal tidaklah perlu harus cantik secara fisik! Ada kualitas-kualitas yang tidak bisa ditampilkan secara fisik semata. Seringkali kita temui wanita yang memikat banyak pria, padahal wajah dan penampilannya biasa-biasa saja, kok bisa???? Menurut Fascinating Womanhood, jika kita mengamati kepribadiannya, pastilah wanita idaman itu mirip dengan si Angela-figur wanita ideal- yang dideskripsikan buku ini.

Setiap bab dalam buku ini dipenuhi dengan kesaksian kisah-kisah nyata para wanita yang sukses menerapkan prinsip fascinating womanhood dalam pernikahan mereka. Helen mengganti nama-nama asli dari wanita-wanita yang pernah ikut kelas bimbingannya ini. Pembaca pastilah sangat deberkati dengan kumpulan kisah-kisah nyata ini! Ada satu kisah yang sangat menyentuh hati saya, dimana seorang wanita yang sudah ditinggalkan suaminya berselingkuh dengan WIL, berhasil kembali rujuk setelah sang isteri menerapkan prinsip-prinsip fascinating womanhood!

Bagian pertama buku ini membahas Angelic Qualities dan bagian kedua membahas Human Qualities. Saat menjelaskan tentang salah satu kualitas manusia yakni Feminine Manner, dalam bab 16, saya sangat suka dengan daftar Dont's for the Feminine Manner. Wah, betul-betul pelajaran tata krama seolah mau menjadi putri ningrat..hahaha....
Nah mungkin cukup sekian ulasan saya, lebih lengkap lagi beli bukunya langsung...

Buku ini adalah salah satu buku favorit saya. [sampai saat ini sudah kubaca ulang tiga kali..] Saya merekomendasikan setiap wanita, terutama yang sudah menikah,untuk membacanya. Sekalipun latar belakang penulis buku ini adalah seorang penganut Mormon yang taat, namun nilai-nilai yang diajarkan untuk para wanita sangatlah universal dan tidak terkesan fanatik. Saya sedih saat membaca di website Helen Andelin, disitu Helen menyesalkan bahwa buku ini batal dicetak ke dalam bahasa Indonesia. Penerbit yang tadinya sudah menyetujui, akhirnya menolak. Padahal buku ini sangatlah menjadi berkat untuk para wanita!
Andaikata ada penerbit yang membaca posting saya ini, ayolah...terbitkan buku ini buat wanita-wanita di Indonesia! Pasti jadi bestseller!
Oh ya, bagi yang berminat untuk mencari buku ini, gambar sampul edisi terbarunya putih kehijauan, nih ku upload aja gambarnya:


Fascinating Womanhood

Yang saya beli adalah edisi lama, sampulnya pink...tapi isinya sama kok!**Ralat: Ternyata edisi lama dan baru isinya berbeda! Mrs. Helen Andelin sudah merevisi buku ini dengan tambahan bab-bab baru di edisi terbarunya yang bersampul putih kehijauan.. :) 

4 comments:

eha said...

Charles Dickens sungguh membuatku kagum kala ia menampilkan sosok Agnes dan Dora. Waktu itu aku geregetan sekali kala ia memilih Dora untuk disandingkan dengan David. Hi hi, benar-benar terbawa perasaan aku saat itu.

Pada kenyataannya, banyak wanita yang berat sebelah dalam mengekspresikan diri. Terlalu Agnes, atau terlalu Dora.
Baik sekali bila kita dibantu untuk menyadari hal itu, agar kita bisa berusaha menjadi lebih seimbang (walau sussahh banget bagiku)

Agenda ibu rumah tangga said...

iya..ini novel charles yang aku paling suka, tapi saya baca autobiography nya charles, dia ternyata menuliskan kisah ini seperti kisah cintanya sendiri...
agnes itu adalah isterinya yang ia nikahi, dora adalah selingkuhannya yang ia jadikan isteri simpanan...agak kecewa waktu tahu fakta ini...kecewa ma charles...

Asty said...

Koleksi bacaannya bagus2 Mbak, tertarik jg ;-)
Btw izin pasang linknya di blog saya ya...Tks

Agenda ibu rumah tangga said...

aku juga pasang link mba disidebar ku yah, :)

Learning from Anemone and Clown Fish

This week's to-read-book for kiddos Minggu lalu, kami belajar tentang kehidupan di dalam air dan secara spesifik membahas simbiosis...