Tuesday, September 22, 2009

Money Matters...


Skenario: [Akhir bulan Agustus-saatnya membayar pajak PBB tahunan-suara radio terdengar remang-remang-"All about the Money"-nya Meja mengalun...sepasang suami isteri sedang bersitegang leher]

Suami: [wajahnya berang] Dasar boros! Tiap akhir bulan saldo rekening kita selalu habis entah kemana! Memangnya tidak bisa ya kamu menahan dirimu untuk gak shopping? Setiap kali lihat kata SALE..langsung kalap...!

Isteri:[mata melotot sambil berkacak pinggang] Eh, jangan sembarangan maki-maki ya! Kalo lagi ada SALE..kita kan bisa membeli barang dengan harga murah.. Yang aku beli juga... barang-barang yang memang kita butuhkan kok...Panci teflon kita kan cuman satu...yah kebetulan sale, aku beli...Lalu toaster yang dirumah kan gak bisa buat bikin waffle...Nah, toaster yang baru ini multifungsi...bisa buat bikin waffle
juga...Canggih ya? Kebetulan harganya lagi diskon..jadi beli deh...

Suami: [nada suara sinis] OK, kamu bijaksana deh tidak melewatkan SALE...Sekarang lihat akibatnya? Lihat tagihan kartu kredit kita? Lihat saldo rekening bank? Puas?

Isteri: [merasa terpojok sebab lagi-lagi menjadi "terdakwa" seperti bulan lalu-dan
merasa tertuduh sebab semalam habis nonton "Confessions of a Shopalholic" ...namun tetap berusaha membela diri] Lagian pengeluaran kita bulan ini memang melonjak sebab... AC kita kan rusak, harus diservis! Mobil kemarin ke bengkel! Bayar PBB juga...Lalu uang les si kecil, kan kita sudah sepakat lesin dia piano?

Suami: [suara pintu dibanting, perang dingin dimulai...]

Siklus yang sama terulang kembali...
And they live from paycheck to paycheck...plus gesek kartu kredit...
a monthly cycle of cashflow
ever after...

to be continued....

Hmm...Uang memang penting. Uang bahkan menjadi salah satu sumber pemicu konflik dalam rumah tangga. sumber: a senior marriage counselor.
Uang memang penting (titik), namun kabar baiknya...kita bisa mengendalikan uang [baca: menjadi tuannya]..bukannya kita yang dikendalikan olehnya. [Let's say this together: "I'm not a slave to money..or anything or anybody!" ]
Okay!
A master has an authority over his possesions..

Seperti hikmat berikut ini:
I am not afraid of storms,
for I am learning how to sail my ship
- Louisa May Alcott
Jadi harus bisa mengendalikan uang...harus bisa mengemudikan kapal dengan baik...
Okay! Namun bagaimana caranya?
Berikut adalah dua buah kemudinya:

1. mengurangi pengeluaran
My problem lies in reconciling my gross habits
with my net income. ~Errol Flynn


Ini cara termudah (juga tersulit) untuk dilakukan..Yang penting harus sepakat antara suami dan isteri! Sepakat memberlakukan -Rp-"tight money policy"-Rp -!

Agar bisa mengetahui pengeluaran mana saja yang harus dipangkas, buat suatu catatan kas masuk dan kas keluar selama satu bulan ke depan. Setelah sebulan, evaluasi setiap pos pengeluaran yang ada. Maka akan lebih mudah untuk memutuskan pos-pos pengeluaran mana saja yang sebaiknya dikurangi atau bahkan ditiadakan!

Saya mencoba membuat catatan pengeluaran di agenda saya, dan ternyata banyak pengeluaran-pengeluaran kecil yang sebetulnya tak perlu!
Salah satunya:
Setiap saya mengajak Joshua main ayunan di taman, pasti kami akan lewati sebuah minimarket.
Kami selalu mampir kesitu untuk membeli es krim dan sering juga saya ikutan membeli majalah.
Dengan meniadakan ritual "mampir" tadi, kami bisa menghemat Rp125.000,- dalam sebulan!
Benar juga yah nasehat Benjamin Franklin yang berkata "Berhati-hatilah dengan biaya-biaya kecil. Sebuah kebocoran kecil akan menenggelamkan sebuah kapal besar".

Anda bisa download form (dalam bentuk file word) untuk mencatat pengeluaran anda juga disini. Saya print ukuran A5 dan taruh di agenda.
Warning: Apapun yang terjadi, jangan tergoda untuk menggesek senar kartu kredit anda...sebab gaungnya sangat panjang...

2. meningkatkan pemasukan
"When there's a will there's a way!"

Mulai memikirkan ide-ide bisnis sambilan yang bisa menambah pemasukan.
Saya yakin bahwa setiap orang dianugerahi Tuhan kreatifitas yang unik dengan limpahnya dan Dia jugalah yang membukakan pintu-pintu kesempatan bagi orang-orang yang tekun mencariNya!
Biarlah kreatifitas kita berjumpa dengan kesempatan pada waktu yang tepat!
Hmm..ide-ide bisnis sampingan apa aja yah? Saya mencoba membuat list..
-mengadakan garage sale
-membuka warung
-usaha catering
-membuat kursus privat
-memulai bisnis online
-membuat taman baca
-membuat usaha event organiser

Mungkin teman-teman punya ide-ide kreatif yang lain?
Share them here....

Tips yang bagus untuk meningkatkan pemasukan, apapun bidang bisnis yang akan kita jalani:
Your income is a direct reward for the quality and quantity of the services you render to your world. Whatever field you are in, if you want to double your income, you simply have to double the quality and quantity of what you do for that income. Or you have to change activities and occupations so that what you are doing is worth twice as much.-Brian Tracy
[penekanan ditambahkan]

Jadi kualitas yang kita tawarkan dalam bisnis maupun pekerjaan kita akan sangat menentukan "pemasukan(income)" kita! Ternyata menurut Brian Tracy ada korelasi positif ...antara variabel "kualitas" dan "pemasukan".

Saya sedang berencana membuat bisnis nih...
Doakan ya!



9 comments:

Sang Cerpenis bercerita said...

masalah uang memang selalu jadi topik ya? semoga rencana bisnisnya lancar.

Fanny and Fanda said...

mampir sore hari sbg f2.

Fanda said...

Warning: Apapun yang terjadi, jangan tergoda untuk menggesek senar kartu kredit anda...sebab gaungnya sangat panjang...Nah itu bener banget, Yun! Kartu kredit biasakan hanya utk emergency aja.

Penasaran nih, bisnis barunya apaan? Karena aku jg lagi starting a new business. hehehe...launchingnya barengan yuk??

Inda said...

halo yun....kabar aku baek...
wah g ada libur nih selama lebaran...
soalnya di kantor pada banyak yang cuti sooo yang non muslim tetap dinas...kalo ada gempa tapi g ada orang yang dinas bahaya...^_^
wah....mw bisnis apaan bu...penasaran nih..
sukses yah....Tuhan berkati..

pelangi anak said...

Hallow Mbak salam kenal yah...
Wah blognya keren banget...contents yang keren Mbak...

Persoalan uang dalam keluarga memang sering menjadi awal kegaduhan dalam keluarga. Apalagi kalau diantara kita mudah tergiring oleh iming-iming iklan, yang tentu saja sudah didesain untuk 'memincutkan' hati kita. Lebih-lebih bila kita sudah pegang 'kartu sakti' yang menggiurkan tersebut, tinggal gesek 'srek' segalanya bisa kita usung pulang he..he...he...

By the way, thanks to God, saya blm bisa punya kartu istimewa semacam itu (karena penghasilan belum memenuhi syarat, & suami dan keadaan ekonomi selalu ngerem kami he..he..he..) jadi mungkin lebih mudah untuk mengerem konsumerisme.... wah...wah...sok bisa nahan godaan sale yah...

Ok trim Mbak dah bagi-bagi posting yang menarik...semoga kita akan sering saling bersua.

'solitudetimes' said...

Hai mba,
Thanks buat ulasannya, sukses buat bisnis barunya, ya! ;)

Btw, jadi ikut CIBfest yang kemarin??

Yunie 罗 (陈有芳) said...

agak lama vakum nih...banyak kesibukan, miss my blog friends!!!
@sang cerpenis bercerita: amin!
@Fanda: wah...bisnis nya mba fanda jual buku bekas ya? asikk tuh...
@Inda: apa kabar? gimana bisnis oriflamenya?
@pelangi anak: thks dah mampir meninggalkan jejak disini..

eha said...

Senang sekali melihat blog ini tambah ramai! Tx for forward-nya yah .... Duh, tulisan yunie makin mudah dicerna, makin enak bacanya

Yunie 罗 (陈有芳) said...

@mba evy: thanks mba evy dah mampir lagi, pa kabarnya?

Learning from Anemone and Clown Fish

This week's to-read-book for kiddos Minggu lalu, kami belajar tentang kehidupan di dalam air dan secara spesifik membahas simbiosis...