Saturday, August 28, 2010

Memilih Font yang Hemat Tinta atau Hemat Kertas?


Merubah jenis font yang dipakai untuk mengetik di dokumen ternyata bisa menghemat tingkat pemakaian tinta printer anda! Sebuah percobaan dilakukan di University of Wisconsin-Green Bay, dimana font di semua dokumen yang dicetak di universitas tersebut dirubah ke jenis Century gothic. Hasilnya? Penghematan sekitar $5,000 sampai dengan $ 10,000 per tahun dalam nilai pembelian tinta!

Jenis font yang berbeda akan butuh jumlah tinta yang berbeda saat dicetak. Font yang hemat tinta cenderung memiliki bentuk desain huruf yang tipis. Sebuah perusahaan Belanda, Printer.com, melakukan uji coba dengan aneka jenis font populer dan menemukan bahwa urutan tertinggi font yang hemat tinta adalah Century gothic dan Times New Roman. Century Gothic lebih hemat tinta 30% dibandingkan arial.

Wah, selama ini saya terbiasa menggunakan  jenis font Arial untuk dokumen-dokumen saya..berarti saya gak hemat tinta dunk..  :( Soalnya seingat saya waktu zaman kuliah dulu, font standar untuk tulisan ilmiah seperti skripsi dan karya tulis adalah Arial dan Times New Roman . Alasan praktisnya-- bentuk desain font-nya yang mudah dibaca. 

Nah, hal yang agak menggelitik disini adalah jenis font Century gothic yang jawara hemat tinta ternyata ukuran fontnya gendut-gendut sehingga tidak hemat kertas...
Satu halaman dokumen dengan jenis font Arial, bisa jadi lebih dari satu halaman jika diketik dengan Century gothic .. Pilih hemat tinta atau hemat kertas nih? :)
Pilihan yang lebih ramah lingkungan yang mana?  :)

PS: Hm, untuk ngeprint quotes-quotes yang aku tempel di home management binder, saya suka menggunakan font yang fancy atau yang berbentuk seperti tulisan kaligrafi. Saya hanya menggunakan jenis font ini untuk mencetak judul folder, judul kliping dan aneka quotes yang saya kliping atau  pajang di kulkas dan pintu kamar-alasannya supaya eye catching..he3

Favorit saya antara lain Scriptina dan Little Lord Font Leroy:






Aneka jenis font yang disebutkan di posting ini, bisa didownload di situs ini:

Jadi sebaiknya dan idealnya pakai font jenis apa? Pilihan di tangan anda... :)

Sumber:
http://www.newsvine.com/_news/2010/04/06/4123546-heres-a-legal-way-to-print-money-change-the-font

Friday, August 6, 2010

Bubur Aneka Polong-polongan

 
Menurut buku "Rahasia Umur Panjang" sangatlah baik mengkonsumsi aneka polong-polongan yang dipadukan dengan padi-padian agar proteinnya utuh.

Bubur aneka polong-polongan yang saya buat ini merupakan paduan tiga jenis polong* (yakni kacang hijau, kacang merah dan kacang kedelai) dengan beras merah. Cara memasaknya juga simple, enak banget dimakan hangat-hangat. Saya setiap dua minggu sekali pasti masak bubur ini...Kalau masih ada sisanya bisa dibikin es mambo.. Lezat! :) Nah, ini cara membuatnya..



Bahan:
250 gr aneka polong-polongan*, cuci, lalu rendam semalaman
150 gr gula merah aren, cairkan, saring
1 lbr daun pandan
250 cc santan encer
1 ruas jari jahe
1 sdt garam
750 cc air

Cara membuat:
Masukkan aneka polong-polongan ke dalam panci yang sudah diisi air, rebus hingga mendidih, lalu kecilkan apinya.

Masukkan daun pandan untuk pewangi, lalu jahe dan garam.

Masukkan gula dan santan terakhir.  Panaskan  terus hingga kacang lunak dan siap untuk disajikan.

Jika ingin memasak dengan cepat, bisa di masak dengan panci presto. Panci presto yg saya pakai merek IYASHI,kira-kira 1 jam sudah jadi buburnya. Bubur ini selain bergizi, ternyata enak juga disantap untuk snack di sore hari maupun untuk menu sarapan.

my son likes it..


note*:
Bubur aneka polong-polongan ini merupakan paduan tiga jenis polong (yakni kacang hijau, kacang merah dan kacang kedelai) serta beras merah.

Kacang Hijau (Mung Bean or Geen Bean 绿豆 lǜ dòu) Vigna radiata/Phaseolus aureus
Kacang Merah (Azuki Bean or Red Bean 紅豆; hóngdòu)Vigna Angularis
Kacang kedelai putih (Soya Bean or 大豆 dàdòu Glycine max)
Beras Merah (Weedy red rice)

Learning from Anemone and Clown Fish

This week's to-read-book for kiddos Minggu lalu, kami belajar tentang kehidupan di dalam air dan secara spesifik membahas simbiosis...