Anne Bradstreet

Anne Bradstreet (Christian Encounters Series)
Pengarang: D B Kellog
Penerbit: Thomas Nelson

Anne Bradstreet, terlahir tahun 1612 di Northampton-Inggris, sebagai anak kedua dari pasangan Thomas dan Dorothy Dudley. Anne hidup di zaman kolonial dan era eksplorasi, dimana bangsa Eropa sedang begitu bersemangat berlayar mengeksplorasi samudera raya seraya mengemban amanat gold-glory-gospel.  Anne, ketika itu berusia 18 tahun,  meninggalkan tanah kelahirannya dan berlayar bersama keluarga besarnya melintasi Samudera Atlantik menuju suatu negeri baru yang sama sekali asing baginya. Anne beserta keluarga besarnya termasuk dalam rombongan para pendatang pertama di Benua Amerika yang tiba dengan kapal Arbella. Anne tiba di New England-istilah yang digunakan untuk menyebut "Benua Amerika" oleh para pendatang yang asli Inggris, dan rombongannya membentuk koloni yang dikenal dengan Massachussets Bay.

Pada zaman Anne hidup, wanita terpelajar terbilang langka. Anne beruntung memiliki ayah yang begitu peduli dengan pendidikan anak-anaknya. Baik anak yang lelaki maupun perempuan, tidak ada perkecualian, mendapat pendidikan dari sang ayah. Kebetulan Anne memiliki minat baca yang tinggi, bahkan buku-buku favoritnya sama dengan yang difavoritkan ayahnya. Minat bacanya ini jugalah yang menjadikan Anne lebih menonjol secara akademis daripada saudara-saudaranya.  

Salah satu hal menarik dari kehidupan Anne Bradstreet,yang membuat saya kagum adalah bagaimana Anne bisa  mengajar delapan orang anak-anaknya sendiri dengan baik. Filosofi Anne dalam mendidik anak adalah bahwa anak yang berbeda memiliki natur yang berbeda... adalah orangtua yang bijak yang bisa menyesuaikan pola asuh dengan natur tiap-tiap anak.  Wah, hebat banget yah, wanita yang hidup di zaman kolonial bisa berprinsip seperti ini! :) Padahal di zaman itu ilmu psikologi belum maju seperti sekarang.

Hal lain yang saya kagumi dari Anne adalah bagaimana ia bisa dengan bijak mengurus rumah tangganya.  Anne bisa beradaptasi dengan pola kehidupan berumahtangga di New England yang tentunya kontras sekali dengan di negeri asalnya, kota Inggris yang maju. Begitu banyaknya tugas-tugas  rumah seorang ibu rumah tangga di pedalaman New England.. Segala sesuatu dikerjakan dari tahap awal sampai akhir... Tak ada toko kelontong atau pasar segar. Tidak ada catering atau resto siap saji. Tidak ada delivery service dan supermarket. Kegiatan memasak dan menyiapkan menu makan saja bisa menjadi begitu ribet dan njelimet. Untuk  mendapatkan aneka bumbu masak, para ibu rumah tangga harus mulai menanam sendiri aneka tanaman rempah dan padi-padian. Everything from scratch! Gak kebayang deh repotnya masak di zaman Anne!

Ada pula kejadian yang sempat membuat Anne bentrok dan bertengkar dengan pembantunya. Ada seorang pembantu yang sangat menguji kesabaran Anne sampai-sampai emosinya meledak! Hal ini sempat menjadi bahan perbincangan tetangga Anne. Wah, Anne yang terkenal sabar dan penuh penguasaan diri bisa juga meletup amarahnya! Saya geli juga nih, baca kejadian ini, kirain cuman saya yang emosian sama pembantu.. wakaka


Wow, saya jadi merasa beruntung banget hidup di era pasca revolusi industri, banyak sekali hasil kemajuan teknologi yang mempermudah tugas-tugas saya sebagai ibu rumah tangga! Mesin cuci, microwave, pressure cooker, blender, oven, dsbnya telah hadir untuk mempermudah tugas-tugas rutin di rumah tangga. Ternyata menjadi homemaker  di era teknologi informasi itu jauh lebih nyaman jika dibandingkan di zaman kolonial dulu... :)

 Di tengah semua kesibukannya, hebatnya Anne masih sempat memiliki waktu untuk menulis kumpulan puisi! Hingga kini, nama Anne dikenal sebagai penulis puisi wanita pertama dari Amerika yang tulisannya diterbitkan! Kumpulan puisinya diterbitkan tahun 1650 dengan judul "The Tenth Muse Lately Sprung Up in America". Anne membuktikan bahwa kemajuan pola pikir seseorang tak terbendung dan terhalangi sekalipun tinggal di tengah padang belantara. Kreatifitas Anne untuk mengekspresikan dan mengembangkan dirinya melalui karya tulisnya tidak terbendung oleh kesibukan sehari-harinya. Pengarang buku ini D B Kellog, mendedikasikan buku ini bagi semua wanita yang telah hidup melampaui zamannya.
Semoga kita juga menjadi salah satu dari wanita-wanita yang hidup seperti Anne, melampai zamannya..

Nah, resensi buku ini saya tutup dengan sajak gubahan Anne yang saya suka banget.. Puisi ini mengekspresikan kerinduan Anne pada suaminya Simon Bradstreet:

To my Dear and Loving Husband
 If ever two were one, then surely we.
If ever man were lov'd by wife, then thee.
If ever wife was happy in a man,
Compare with me, ye women, if you can.
I prize thy love more than whole Mines of gold
Or all the riches that the East doth hold.
My love is such that Rivers cAnneot quench,
Nor ought but love from thee give recompetence.
Thy love is such I can no way repay.
The heavens reward thee manifold, I pray.
Then while we live, in love let's so persever
That when we live no more, we may live ever.

PS: Walaupun sudah agak terlambat, namun saya menghaturkan mohon maaf yang sedalam-dalamnya sekiranya ada kesalahan yang disengaja maupun tak disengaja.
Mohon Maaf lahir dan batin :)
-Yunie

Disclosure of Material Connection: I received this book free from the publisher through the BookSneeze.com <http://BookSneeze.com> book review bloggers program. I was not required to write a positive review. The opinions I have expressed are my own. I am disclosing this in accordance with the Federal Trade Commission’s 16 CFR, Part 255 <http://www.access.gpo.gov/nara/cfr/waisidx_03/16cfr255_03.html> : “Guides Concerning the Use of Endorsements and Testimonials in Advertising.”

I review for BookSneeze



Comments

j4j said…
Hmmm... besok aku harus baik2 ma istri ni...!!! kayaknya bukunya inspiratif...!!!
@j4j: iya, aku suka ma bukunya. Inspiring, tapi bukunya termasuk tipis ya utk kategori biografi
KibaGus said…
artikel yang menarik..!
makasih kunjungannya.. salam persahabtan
linknya udah dipasang..
see you and have a nice day..!
Lina Gustina said…
Salah satu wanita yang luar biasa!

Mohon maaf juga ya, Mbak Yunie...
TriZ said…
Terpukaulah aku membaca kisah Anne, bisa bersabar dalam kondisi keterbatasan.. benar mba yuni kita beruntung hidup di jaman yang serba mesin... apalagi ditambah pembantu.. Aku harus belajar untuk lebih bersabar..
@Ki Bagus: salam kenal juga! thks udah pasang link ku
@Lina: sama-sama
@TriZ: iya beruntung banget ya kita ini.. :)

Popular posts from this blog

Agenda Ibu Rumah Tangga 2011

Rahasia Umur Panjang

Stimming