Friday, February 11, 2011

Menjadi Ibu di Finlandia

gambar diambil dari virginia.edu
Saya membaca sebuah penuturan seorang ibu warga negara Singapura tentang kisahnya menjadi ibu di Finlandia. Ia tinggal dan bekerja di negara tersebut:
"A month before my expected delivery date, I started my maternity leave. For the next eight months, I would receive up to 80 per cent of my salary with two full months paid for by the company and the rest covered by the state."  
Satu bulan sebelum tanggal melahirkan, saya sudah cuti hamil. Delapan bulan berikutnya, saya mendapat hampir 80% gaji dengan dua bulan penuh dibayarkan oleh perusahaan dan sisanya ditanggung oleh negara bagian.
"After that, should I choose to stay at home with my baby in his formative years, my position in the company would be held for up to three years. A child allowance of €200 (S$350) is also paid monthly until the child grows well into his teens."

Setelah itu, jikalau saya memilih utk stay at home dengan bayi saya ketika masa-masa usia emasnya, posisi saya di perusahaan akan tetap tersedia selama tiga tahun. Tunjangan anak sebesar €200 (S$350)  atau senilai Rp3,150,000 juga diberikan sampai anak tersebut bertumbuh hingga usia remajanya.


Benefit yang diberikan untuk keluarga yang mempunyai anak sungguh luar biasa! :)
Tapi bukan berarti saya mau jadi ibu di Finlandia, hehehe, hanya berkaca saja ke kisah ini kok..
Benefit yang diberikan ada dua jenis: maternity and parental allowances yang menunjukkan bahwa ayah punya peran yang sejajar dalam membesarkan anak.Para ayah bisa ambil cuti melahirkan juga...menarik banget ya? Selama max 3 minggu. Sebabnya para ayah diharapkan terlibat juga dalam membesarkan anak! Wow...!  Kebijakan yang sangat family friendly!
 Rupanya perlu perubahan paradigma di masyarakat tentang peran ayah dalam membesarkan anak. :) Bahwa ayah juga ambil bagian dalam proses mendidik dan membesarkan anak-anaknya. :)

Sumber posting ini: Strait Times Singapore forum

15 comments:

AstyNNS said...

Jadi inget tayangan Kick Andy yg menghadirkan Ibu Elly Risman, beliau blg Indonesia ini Fatherless Country, Ayah ada hanya secara fisik tapi tidak emosional. Sayangnya, sy termasuk didalamnya :'(

lina@women's perspectives said...

Finlandia benar2 memikirkan yang terbaik bagi generasi penerus bangsanya....

Semoga bisa dicontoh negara kita tercinta!

Agenda ibu rumah tangga said...

wah..benar ya, kita pun sebagai ibu juga jangan hanya hadir secara fisik namun oerlu juga hadir secara emosional buat anak kita ya? saya bisa dibilang juga punya figur ayah yg tidak hadir secara emosional, mama yg selalu nerima keluhan anak-anak :) tapi saya percaya kok, anugrah Tuhan buat kita cukup ya Mba, kita at least dah nyadarin hal-hal seperti ini dan tidak meneruskan pola yg sama ke anak-anak kira ;)

Agenda ibu rumah tangga said...

@Lina: iya betul :)

Hendry dan Fatima Chandra said...

Weleh asik banget ya yun.... kapan kita bs begitu?? udah seneng nemenin anak di rumah dapet duit lg :-) hahahaha. Tapi biar bagaimanapun kita harus melakukan semuanya dengan penuh sukacita dan kerelaan hati. Kalo kita bisa melayani keluarga kita, sama dengan kita melayani Tuhan dan salary nya dari Tuhan juga :-)

lina@home sweet home said...

Link Agenda Ibu Rumah Tangga sudah terpasang di Blog Roll ya...

Grace Receiver said...

Setuju banget kalau mendidik anak bukan cuma tugas ibu. Dulu sewaktu saya masih mengajar les privat, ada satu anak les saya yang malah jadi nakal karena orang tuanya tidak bisa menyamakan pendapat tentang cara mendidik anak. Sang ibu bersikeras anaknya harus dididik dengan keras supaya nakalnya berkurang, sementara si ayah berpendirian anaknya hanya perlu diajak bicara baik-baik. Akibatnya tiap anaknya membuat kesalahan, ia selalu berlindung kepada ayahnya supaya lolos dari hukuman.

j4j said...

walaupun peran bapak gak kalah penting, tapi masih kalah sama peran ibu...!!!

menurut aku peran bapak adalah pemberi semangat dan motivasi saat masa2 sulit...!!!

kapan ya aku jadi bapak... hehehe...!!!

Online Unsolved Mysteries Story | Corner Mystery said...

bertukar link yuuuuuk ^_*

eha said...

Mestinya yang bener ya yang begitu ya? Hanya saja krn kita terkondisi dg yg 'belum standar' ... jadi yaaa yang bener jadi terasa begitu 'wah'.
Great post! Halo yun, miss u too ...

lina@happy family said...

Datang untuk menyapa...
Semoga kabar baik selalu :)

mama pat said...

Headernya bagus, cocok sekali sama tema blognya. Di luar negeri memang family matter mendapat perhatian lebih baik. Silakan singgah di blog kami bila ada kesempatan.

intan rawit said...

wah enak banget ya jadi ibu di sana..hehe...pindah yuuk..

Tikno said...

Tapi untuk tahun 2011 ini ada kabar baik buat ibu-ibu di Indonesia, yaitu pemerintah menggratiskan biaya persalinan buat masyarakat bawah.

Mendengar berita itu langsung saja saya membuat posting di blog saya agar lebih banyak lagi ibu-ibu yang mendengar kabar tersebut.

Apakah di kota Anda sudah disosialisasikan dengan program ini?

eternal_love said...

Uhh yee... uenakk bener yah tinggal disana :)