Menjadi "istri" (bagian 1)


-->
Disclaimer:Penulis bukan ahli teologi, juga bukan pendeta atau hamba Tuhan yang punya gelar. Penulis hanya seorang ibu rumah tangga yang sedang merenungkan apa kata Firman Tuhan tentang menjadi seorang isteri. Penulis sangat terbuka dengan kritik maupun saran dari para pembaca renungan ini.
Saat membuka konkordansi Alkitab dan mencari kata “istri”,ternyata banyak referensi ayat-ayat Firman Tuhan yang menyinggung tentang peranan seorang isteri. Salah satunya adalah perkataan rasul Paulus dalam kitab 1Timotius3:11.
Paulus memberikan empat kualitas yang harus dimiliki oleh seorang istri. Keempat kualitas ini bisa dijadikan sebuah standar yang ditetapkan oleh rasul Paulus bagi istri penilik jemaat dan diaken.
Mari kita baca kutipannya:
1Ti 3:11* )
Demikian pula isteri-isteri hendaklah orang terhormat, jangan pemfitnah, hendaklah dapat menahan diri dan dapat dipercayai dalam segala hal. (Indonesia Terjemahan Baru)
Istri mereka pun haruslah juga orang yang baik, bukan orang yang suka menyebarkan desas-desus. Mereka harus tahu menahan diri dan jujur dalam segala hal. (Indonesia Bahasa Indonesia Sehari-hari)
Even so must their wives be grave, not slanderers, sober, faithful in all things.(King James Version)
In the same manner, women [or, [their] wives] [are to be] worthy of respect, not slanderous, temperate, faithful in all [things]. (Analytical-Literal Translation)
Women must also be serious. They must not gossip or be heavy drinkers, and they must be faithful in everything they do. (Contemporary English Version)
Their wives must also be serious. They must not be gossips, but instead be stable and trustworthy in everything. (International Standard Version)

*) catatan: Kutipan ayat dari enam versi alkitab diambil dari software alkitab e-sword;
penulisan cetak miring dan penebalan tambahan dari penulis.

Mari kita coba memperhatikan keempat kualitas daripada seorang istri diaken dan penilik jemaat:
1. σεμνός(semnos), yang artinya terhormat(honorable),dan serius. Coba kita renungkan: "Apakah cara saya berbicara, berpakaian, dan bersikap menunjukkan perilaku wanita terhormat dan serius, ataukah sebaliknya?"
"Ataukah saya lebih seperti stereotype wanita cosmopolitan yang mulai menjadi trend masa kini?"
Saya teringat ayat dari amsal 31 ini: Pakaiannya adalah kekuatan dan kemuliaan….(amsal 31:25a). Apakah kekuatan dan kemuliaan menjadi pakaian kita? Saya beberapa kali diomeli suami karena membeli baju yang "gak pantes" versi suami. Menurut suami, tidaklah perlu berpakaian ekstra "buka sana-sini" untuk tampil menarik di acara-acara resepsi. Cukuplah berpenampilan yang sederhana dan bersahaja. Namun untuk saat-saat berdua dengan suami, tidak ada salahnya membeli "lingerie" yang menggoda! Why not? Kan bukan untuk konsumsi umu?

2. μή διάβολος (mē diabolos), yang artinya bukan pemfitnah, bukan penyebar desas-desus, bukan tukang gosip (false accuser,slanderer). Untuk menghindarkan diri dari bergosip, adalah lebih baik untuk tidak ikutan trend menonton infotainment.
Mengapa?
Sebab infotainment membuat kita terbiasa ngomongin orang lain (baca:para selebritis), dan roh menghakimi berpeluang besar untuk sering muncul. Kita seharusnya menghargai kehidupan orang lain dan keputusan-keputusan mereka, toh kita tidak berdiri di posisi mereka kan? Hmm…kita kan harus berguru nih…sama si wanita amsal 31; coba kita lihat apa yang keluar dari mulutnya?
Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya. (ams 31:26).
Nah…berarti,daripada ngomongin orang…(baca: yang termasuk dalam kategori "orang" itu bisa siapa saja, tidak harus selebritis doank! "Orang" yang digosipin bisa saja para hamba Tuhan, -Pendeta or Gembala or WL or Pendoa syafaat- atau saudara dan kerabat kita- mertua, saudara ipar, tetangga dan teman dekat…bahkan suami kita sendiri!) tentunya...lebih baik membuka mulut kita dengan hikmat dan pengajaran!

Ada dua buah nasehat bijak tentang mulut:
"Jika kita tidak tahu harus mengucapkan sesuatu apapun yang baik, lebih baik tutup mulut"
"Jangan membicarakan hal-hal yang tidak ada urusannya dengan kita. "--Andaikata saya direkrut untuk menyusun kamus...ini definisi gosip versi saya...LOL (kata "jangan" dihilangkan)

3. νηφάλεος, νηφάλιος (nēphaleos nēphalios), yang artinya bisa menahan diri (sober:pembawaannya tenang, vigilant:waspada)
Saya kagum dengan wanita-wanita yang berpembawaan tenang, seperti Audrey Hepburn, Grace Kelly, Angie Chiu.(catatan: bukan berarti mereka itu wanita sempurna loh..) Mereka terlihat bersahaja dan tenang. Mereka sepertinya selalu tampil tenang dan tidak takut atau tampak kuatir, karena mereka sudah mempersiapkan segala sesuatunya (baca: proaktif ladies?).
Kita pun juga menemukan kualitas ini dalam wanita Amsal 31:
Ia tidak takut kepada salju untuk seisi rumahnya, karena seluruh isi rumahnya berpakaian rangkap. (ams 31:21).
Jika anda termasuk wanita yang suka tidak tenang dan mudah panik, maka mulailah merubah pola pikir. Jika kita selalu mengkuatirkan segala sesuatunya, itu tanda kita tidak mempercayai penyertaan Tuhan dalam hidup kita. Selalu harapkan yang terbaik dalam situasi yang terburuk sekalipun! Masuk ke kuadran positif! Rubah mindset anda supaya tidak lagi prepare for the worst, tapi prepare for the best. Kita melihat wanita Amsal 31 tidak takut salju untuk seisi rumahnya, sebab ia sudah mempersiapkan pakaiannya rangkap!
…karena seluruh isi rumahnya berpakaian rangkap (ayat 21b)
Sekarang mari kita lihat kualitas terakhir...
4. πιστας εν πασιν (pistos en pas), yang artinya dapat dipercaya dalam segala sesuatu (trustworthy, trustful in all things). Kualitas yang terakhir versi Paulus adalah dapat dipercaya. Saya lihat wanita Amsal 31 memenuhi kualitas ini:

Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan. (ams 31:11).
Saya yakin si wanita amsal 31 ini pastilah mengurus dengan sangat bertanggung jawab semua sumber daya yang dipercayakan padanya: uang belanja dikelola dengan bijak, ia tahu kapan waktu membeli dan kapan waktu untuk menahan diri dari membeli. Ia menyediakan makanan yang terbaik untuk seisi rumahnya. Ia juga mengelola bisnis rumahan dengan baik. Ia bijaksana mengatur dan mengarahkan pelayan-pelayannya.


Penutup: Mari kita berdoa supaya Tuhan membuka kapasitas roh kita untuk meraih keempat kualitas diatas! Supaya kita menjadi wanita yang terhormat, bukan tukang gosip, berpembawaan tenang dan dapat dipercaya oleh orang-orang yang Tuhan ijinkan hadir dalam kehidupan kita!

©2009-written by Yunie Lou

Comments

eternal_love said…
bagus banget article ini.. jadi interopeksi diri banget neh,,, thanks yah.. keep writing n always be blessed ^__^

Popular posts from this blog

Agenda Ibu Rumah Tangga 2011

Rahasia Umur Panjang

Stimming