Saturday, February 21, 2015

Imlek dan Duka


Perayaan Imlek 2566 baru saja berlalu kemaren. Hmm membahas imlek, semua pasti paling heboh soal angpao..gimana tidak sih...duit gitu loh? Asik donk dapat easy money dibalut amplop merah hanya dengan kata sandi "kiong hi". Hmm, tapi jadi mikir juga saat ajang berbagi angpao seringkali jadi ajang gunjingan pula.
"Duh...aku kasih sekian ke anak-anaknya..kok dibalikkin ke anak-anakku hanya sekian sih? Tekor nih" #merasarugi
"ga enak ah kalo kasih angpao kecil jumlahnya, malu-maluin" #gengsi
Ada merasa dirugiin karena nilai angpao yang diterimanya kecil..ga balik modal nih,,,
Ada pula yang merasa gengsi jika memberi jumlah kecil.
Saya merenungkan kembali....karena dua celetukan diatas pernah mewarnai isi hati di sincia-sincia yang sudah lalu..lol...
Sebetulnya apa sih inti perayaan imlek buat saya? Buat saya, bukan ajang cari "easy money" atau ajang pamer "gue angpaonya gede", tapi lebih kepada acara kumpul dengan keluarga besar. Angpao hanya tradisi yang menyemarakkan suasana. Besar kecil angpau ya sesuaikan dengan keikhlasan dan budget masing-masing. Kalau budget tahun ini hanya memungkinkan warna biru dan bukan merah seperti tahun lalu..ya ga usah gengsi2an lagi lah...sesuaikan aja.


Hati sudah deg-deg an terus sepanjang acara sincia kemaren, nunggu berita keponakan yang sedang berjuang bertahan hidup.Hati gelisah dan bawaannya bolak balik lihat ponsel terus, menantikan kabar. Saat dikabari adikku kalau Axel sudah tidak ada tepat pukul 15:10 wib, saya sedih namun ya sudahlah rencanaNya lebih indah buat Axel. Tuhan yang beri dan Tuhan yang ambil kembali.
Selamat Jalan Axel, see you in heaven!

Bersyukur untuk:
1. Kesempatan merayakan imlek bersama ortu dan keluarga besar suami
2. Penyertaan Tuhan yang nyata buat adikku, Tuhan sungguh hadir lewat cara2Nya yang di luar akal pikiran manusia!
3. Diberikan kesadaran bahwa my kids belum terbiasa dengan social setting yang rame dgn banyak orang, needs alot of training in manners! Bersyukur gitu gue lewat acara ngumpuls sincia jadi "ngeh"  kalo banyak PR nih tuk train them to be more polite in front of strangers n relatives (orang2 yang jarang dijumpai)..-Shy is not an excuse for impolite!



2 comments:

Lasma Frida said...

Gong xi fa cai mba yuni & keluarga ^^. Aku baru tahu deh ada pergumulan kyk gini di sinchia. Ujung-ujungnya Tuhan yg lihat hati kita ya mba ^^

Agenda ibu rumah tangga said...

Iya