Sunday, June 14, 2015

Building or Tearing?

Perempuan yang bijak mendirikan rumahnya, tetapi yang bodoh meruntuhkannya dengan tangannya sendiri. Amsal 14:1

 Tindakan membangun butuh ketekunan dan konsistensi dalam pelaksanaannya. Menbangun kebiasaan baik sejak anak-anak masih kecil untuk rutin sikat gigi, bangun pagi langsung minum segelas air hangat, lalu membereskan tempat tidur mereka...berdoa sebelum makan...dan masih banyak lagi..Namun tindakan meruntuhkan hanya butuh sekejap mata saja!
Satu atau dua kali toleransi anak untuk tidak sikat gigi sebelum tidur, lalu besokannya dia akan merajuk untuk langsung tidur saja...malas sikat gigi dulu...

Saya merasa sebagai ibu rumah tangga, tindakan saya itu imbasnya panjang...
Saya musti memikirkan apakah ini membangun atau meruntuhkan rumah tangga saya?
Mau bisnis online untuk nambah income.,.Boleh saja! Why not? Tapi bagaimana saya mengatur waktu merespons order yang masuk seringkali membuat saya sedikit banyak (hmm banyak.....nih terus terang) melalaikan tugas rumah tangga lainnya, seringkali anak pun terabaikan.

Hari ini dingatkan kembali dari renungan amsal ini:
Am I building or tearing my house?

Wise women build her house.

Foolish women tear her house.

The choice is mine! 
Make sure that I choose well starting from today onwards.
Tadi saya set HP saya internetnya off selama di gereja dan sepanjang jalan bareng keluarga.
It's God's time and family time!

Bersyukur lewat Firman Tuhan hari ini diingatkan kembali untuk back on track, fookus pada prioritas. First things first! 

Oke that's it for today's post!
Have a blessed Sunday!

Saturday, June 13, 2015

Menjaga Mulut

Gambar diambil dari sini
Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan/
Amsal 13:3

Memelihara mulut...artinya memelihara nyawa. Berbahaya sekali ya warning Firman Tuhan dari ayat ini. Terbiasa lebar bibir dan banyak ngobrol tak perlu dapat mengakibatkan kebinasaan. Bisa merusak persahabatan yang sudah terjalin. Lantas seperti apakah menjaga mulut yang dimaksud disini?


Menjaga apa yang keluar dari mulut bukan berarti praktek puasa bicara. Menjaga ucapan dimulai jauh dari lubuk hati. Sebab apa yang keluar dari mulut terpancar dari hati. Memelihara isi pikiran, perasaan dan kehendak supaya selaras dengan Firman Tuhan. Ada orang yang latah keluar kata-kata tidak pantas, padahal jika dalam kondisi sadar tidak mungkin dengan sengaja mengeluarkan kata-kata seperti itu. Apa yang masuk lewat pintu gerbang telinga dan mata kita , lewat bacaan, tontonan, diskusi, obrolan...akan mengisi gudang hati kita. Bisa hal-hal yang baik atau buruk yang mengisi hati kita. Tergantung apa yang kita biasakan untuk baca, tonton dan diskusikan dengan teman.

Renungan pagi ini mengingatkan saya untuk:
-Menjaga mulut agar apa yang perlu dan baik saja yang saya ucapkan. Jangan terjebak dalam debat kusir yang tak perlu. Jangan kepo ngurusin urusan orang!

Seperti kata amsal 31:26 Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengjaran yang lemah lembut ada di lidahnya.
Yes!
 



Monday, June 1, 2015

Akhir Semester 2015

Tak terasa tahun 2015 ini sudah separuh dijalani ya?
Waktu terasa cepat sekali tahun ini...
Harini ini mau flashback dan bersyukur untuk penyertaanNya sepanjang satu semester tahun 2015:
- Kami mulai punya komunitas sesama ortu berkebutuhan khusus yang bisa saling share satu sama lain. Tuhan baik sekali
- Kami diijinkan liburan sekeluarga
- Pertumbuhan DS dan DD yang penuh kejutan indah

Kembali lagi sesuai tanggal hari ini membaca kitab amsal.
Tanggal 1 Juni, berarti amsal 1...
Proverbs (kitab amsal) isinya penuh dengan uncommon sense yang jadi pedoman prilaku dan rahasia sukses manusia! Ga pernah bosan bacanya dan entah udah berapa kali mutar baca kitab ini selalu ada rhema yang baru!
Hari ini diingatkan kembali tentang takut akan TUHAN.
Bukan ketakutan akan TUHAN,
bukan takut terhadap TUHAN,
tapi takut akan TUHAN !
Sikap hati yang hormat dan mengagungkan TUHAN dalam segenap aspek kehidupan.



Amsal1:7 Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan

Permulaan pengetahuan adalah rasa takut akan TUHAN!
Berarti saat saya clueless mendidik anak-anak saya, hmm ini rahasia nya! Punya hati yang takut akan TUHAN itulah yang terutama! Saat mereka punya hati yang takut akan TUHAN, niscaya itulah permulaan pengetahuan masuk dalam hati mereka!
'Sempat kuatir dan mikirr terus gimana ya kok progress DS lambat dan ga seperti target yang udah ditetapkan...Apakah saya kasih target terlalu tinggi? Ataukah jam terapinya kurang?  Ataukah saya yang ga bisa didik dia? Begitu banyak kekuatiran...namun saat baca renungan amsal ini....yes! Saya mau DS dan juga DD memiliki takut akan TUHAN dulu dalam hati mereka!
Saya yakin TUHAN yang beri kemampukan saya juga sebagai ibu untuk bisa  mendidik dan membentuk hati anak-anak saya! Amin