Saturday, June 13, 2015

Menjaga Mulut

Gambar diambil dari sini
Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan/
Amsal 13:3

Memelihara mulut...artinya memelihara nyawa. Berbahaya sekali ya warning Firman Tuhan dari ayat ini. Terbiasa lebar bibir dan banyak ngobrol tak perlu dapat mengakibatkan kebinasaan. Bisa merusak persahabatan yang sudah terjalin. Lantas seperti apakah menjaga mulut yang dimaksud disini?


Menjaga apa yang keluar dari mulut bukan berarti praktek puasa bicara. Menjaga ucapan dimulai jauh dari lubuk hati. Sebab apa yang keluar dari mulut terpancar dari hati. Memelihara isi pikiran, perasaan dan kehendak supaya selaras dengan Firman Tuhan. Ada orang yang latah keluar kata-kata tidak pantas, padahal jika dalam kondisi sadar tidak mungkin dengan sengaja mengeluarkan kata-kata seperti itu. Apa yang masuk lewat pintu gerbang telinga dan mata kita , lewat bacaan, tontonan, diskusi, obrolan...akan mengisi gudang hati kita. Bisa hal-hal yang baik atau buruk yang mengisi hati kita. Tergantung apa yang kita biasakan untuk baca, tonton dan diskusikan dengan teman.

Renungan pagi ini mengingatkan saya untuk:
-Menjaga mulut agar apa yang perlu dan baik saja yang saya ucapkan. Jangan terjebak dalam debat kusir yang tak perlu. Jangan kepo ngurusin urusan orang!

Seperti kata amsal 31:26 Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengjaran yang lemah lembut ada di lidahnya.
Yes!
 



2 comments:

Murni Rosa said...

Haaii Yunie..
Iya, betul banget. Control tuh perlu banget. Bukan cuma mulut, karena jamannya sekarang socmed n messenger, banyakan ngetik, kendali di hati. Plus, hubungan dengan orang2 makin gampang nyambungnya. :)

Agenda ibu rumah tangga said...

Iya jaga jadi juga... Biar ga posting status yg di sekali di kemudian hari