Sunday, November 15, 2015

Jawaban yang Lemah Lembut

gambar diambil dari rawforbeauty.com
Amsal 15:1
Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.

Seringkali konflik terjadi karena intonasi suara yang salah: entah itu pedas, ketus, sinis, dan bernada tinggi. Kata-kata yang diucapkan tidak berbicara setajam intonasi suara pada saat mengucapkannya. Saya merasa sering gagal dalam komunikasi yang baik, karena ya itu deh, nada suara jadi tinggi kalo uda kesal! Pokoknya kalo hati lagi tidak bagus, nada suara jadi tidak bagus juga. Jawaban jadi ketus...dan memancing konflik yang tidak perlu sebenarnya.

Belum lagi kita hidup di era gadget, yang sudah mengubah cara berkomunikasi kita! Lebih banyak komunikasi tertulis via chats daripada lisan via suara.  Adakalanya salah paham bisa terjadi karena tidak ada intonasi suara yang menyertainya. Pesan singkat :"kamu lagi ngapain" bisa saja diartikan ungkapan kangen dan peduli jika intonasi suara pengucapannya lembut, namun bisa juga diartikan kepo dan mau tahu aja...jika intonasi suaranya kasar. Jika si pembaca pesan lagi tidak bagus suasana hatinya dan mungkin kurang mengenal satu sama lain...bisa saja timbul konflik karena pesan singkat tadi..yang diinterpretasikan berbeda nadanya di benaknya. Hehehe..pernah ngalamin soalnya..

 
Bersyukur pagi ini kembali diingatkan bahwa jawaban yang lemah lembut itu meredakan kegeraman.
Lemah lembut dalam berkata-kata akan menghindarkan kita dari miskom dan konflik yang tidak perlu.

Mau siap-siap Ibadah pagi!
Have a blessed Sunday!

Heaven is for Real-Todd Burpo

Judul: Heaven is for Real- A Little Boy's Astounding Story of His Trip to Heaven and Back.
Penulis:Todd Burpo with Lynn Vincent
Penerbit: Thomas Nelson





Surga  menjadi tema buku ini. Kisah pengalaman perjalanan ke Surga dari seorang bocah bernama Colton Burpo yang dialaminya saat dioperasi telah membuat buku ini menjadi bestseller dan bahkan dibuat filmnya juga! Colton, seorang bocah yang belum genap empat tahun, harus menjalani operasi usus buntu.Namun ia tidak tahu jika operasi tersebut cukup membahayakan nyawanya, dan ia mengalami pengalaman yang tak akan dilupakannya sepanjang detik-detik di ruang operasi tersebut! Ia bertemu Tuhan Yesus di Surga, ia bahkan berjumpa kakeknya yang sudah meninggal dan saudara kandungnya yang meninggal dalam kandungan!

Jadi haru baca buku ini, teringat mendiang Kakek, ingin rasanya jumpa dengan beliau! Sedang apa ya sekarang? Mendadak mellow...

Saya suka membaca buku yang based on true story, yang dikisahkan langsung dari pengalaman pribadi. Saat membaca buku ini pun saya terkagum bagaimana anak seusia Colton bisa menceritakan tentang Surga, padahal banyak konsep tentang Surga yang belum dipahaminya sebelumnya! Tentunya bukan sekedar orang yang mencari sensasi dengan mengisahkan pengalaman subjektifnya yang supranatural! ]Saya suka skeptis dengan kisah fantastis orang yang mengklaim pernah mengalami perjalanan ke Surga...namun  jika seorang anak usia hampir empat tahun yang mengalaminya dan dengan polos bertutur tentang perjalanannya ke Surga, tentunya itu tidak dibuat-buat!

Buku yang mudah dibaca, tidak berat bahasanya dan menguatkan iman!
Udah lama nih ga nulis resensi buku, dan ini sebetulnya hutang nih...udah sekian lama ndak dikerjakan resensi buku ini! Maaf beribu maaf untuk penerbit Thomas Nelson yang udah kasih buku ini untuk direview :(
I review for BookLook Bloggers
Oh ya buku ini pun juga terbit versi buku anaknya serta yang hobi nonton dvd juga uda dijual dvd film nya:




Learning from Anemone and Clown Fish

This week's to-read-book for kiddos Minggu lalu, kami belajar tentang kehidupan di dalam air dan secara spesifik membahas simbiosis...